Sebaliknya seorang dosen ketika disapa sebagai bapa dan mama, maka peranya tidak saja sebagai pengajar dalam konteks sebagai dosen dan mahasiswa. Seorang dosen akan memiliki peran lebih, layaknya sebagai orang tuanya di kampus. Dosen akan menasehati jika menemukan anaknya yang bermasalah, memberikan solusi, mendidik dan mengajarkan mereka tentunya.
Dosen juga diharapkan lebih peka lagi melihat kebutuhan akademiknya, membantu mereka mempercepat proses perkuliahanya. Dengan kata lain, dosen berperan sebagai orang tua sekaligus pendidik dari mahasiswanya.
Karena itu, dia juga berharap, ketika seorang mahasiswa mengganggap dosennya sebagai orang tuanya, begitu sebaliknya, maka ada hasil maksimal yang dicapai, misalnya bagaimana anak-anak itu belajar tepat waktu, selesai tepat waktu dan pada akhirnya, mereka cepat tinggalkan kampus dan akhirnya kembali ke tengah masyarakat dan bersaing secara sehat.
“Jadi siklus seperti yang mau kita bangun dari kampus, bukan saja akademiknya tetapi karakter mereka juga kita bina,”pungkasnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Turut hadir pula Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Maruli Simanjuntak, dan KSAL Muhammad…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Kepala Biro Humas Kemenhaj RI, Moh Hasan Afandi, memberikan pernyataan resmi melalui konferensi pers yang…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Belum lagi, ”dibantai” penguji saat sidang skripsi. Hal itu membuatnya enggan membuat skripsi. Gayung bersambut,…