Bagi wisatawan, acara ini menjadi pengalaman menikmati kebudayaan Karimunjawa. Bagi Kejora, kegiatan itu membantu menjaga agar ruang belajar anak-anak tetap berjalan. Keterlibatan wisatawan bahkan bermula dari ketertarikan pribadi. Ada tamu yang datang ke Karimunjawa, melihat kegiatan Kejora, kemudian tertarik untuk ikut membantu. Dari pertemuan-pertemuan semacam itulah jejaring Kejora berkembang.
Kejora tidak menempatkan wisatawan hanya sebagai orang yang datang menikmati keindahan kepulauan. Mereka juga berusaha membuka ruang agar wisatawan dapat mengenal kehidupan masyarakat. Ambil bagian dalam upaya menjaga lingkungan serta mendukung pendidikan anak. Di titik itu, pendidikan, konservasi, pariwisata, dan masyarakat lokal bertemu.
Kejora percaya, masa depan Karimunjawa tidak cukup dibangun hanya dengan menjaga alam atau meningkatkan kunjungan wisata. Anak-anak yang tumbuh di dalamnya juga harus memperoleh kesempatan untuk belajar. Mengenal potensi daerahnya, dan memiliki kepercayaan diri untuk menentukan masa depannya sendiri. (*)
MENYENANGKAN: Anak-anak dilibatkan dalam konservasi pelepasan tukik. (KEJORA KARIMUNJAWA UNTUK RADAR KUDUS)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Narasi aksi unjuk rasa yang beredar melalui pamflet (flayer) di media sosial dan grup WhatsApp…
Penyebab kebakaran 9 ruko dan 16 unit kamar kos di Jalan Bhayangkara atas sampai saat…
Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter Polri Bell 412EP nomor registrasi P-3002 yang dipiloti oleh AKBP Asran…
Pantauan di lokasi, kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kepala…
Upaya pencarian intensif yang dilakukan oleh gabungan personel Lapas dan instansi terkait telah berlangsung…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul diperpanjangnya masa tanggap darurat pascakebakaran selama tujuh hari, setelah sebelumnya…