Categories: FEATURES

Eksplorasi tentang Gamelan di Pameran Dunia Paris 1889

Angela mencari berbagai macam sumber seperti tulisan-tulisan jadul, artikel koran, dan beberapa arsip di Mangkunegaran. Dia lalu membandingkannya dengan proses musik yang ada di Sunda saat ini.Sedikit petunjuk mengarah ke petunjuk berikutnya. Seolah seperti mencari harta karun. Salah satu artikel koran memberinya arah untuk ke sebuah museum di Jerman. Ternyata benar, gamelan itu masih tersimpan di sana. ”Saya ke sana membuktikan bahwa gamelannya di situ, sangat persis dengan apa yang digambarkan di expo di Paris,” ungkapnya.

Kebenaran itu diperkuat dengan adanya berbagai bukti. Misalnya katalog yang menjelaskan bagaimana gamelan itu masuk ke museum tersebut pada 1989. Lengkap dengan keterangan Gustav Mundt sebagai donaturnya. Mengejutkannya, bukan Sari Oneng yang ada di sana, melainkan bonang kecil. ”Gamelan Sari Oneng tidak ada hubungan dengan pameran 1889,” ujarnya.

Boneng kecil itu sama seperti yang dilukis di salah satu panduan pameran: Huard, Livre d’or de l’Exposition 1889. Serta, terdapat beberapa lukisan lainnya yang menunjukkan hasil yang sama. ”Sebenarnya lukisan ini terkenal, makanya saya heran kenapa orang-orang masih bilang Sari Oneng Parakan Salak,” tuturnya seraya menunjukkan sebuah lukisan seorang pria sedang memainkan boneng tersebut.

Angela menambahkan, bukti lain berupa koran-koran Belanda edisi Maret–April 1889. Di sana tertulis bahwa Mundt akan meminjam gamelannya selama enam bulan sebelum memberikan ke museum di Jerman. ”Pameran itu selesai akhir November. Jadi, satu bulan kemudian, gamelan masuk museumnya,” katanya.Selain bentuk fisik Sari Oneng berbeda dengan yang dilukis pada 1889, gamelan Sari Oneng itu pelog. Sedangkan gamelan yang dipamerkan pada 1889, sesuai dengan transkripsi musik tahun itu, adalah slendro. Angela menyimpulkan, gamelan tersebut dibawa dari Parakan Salak untuk mempromosikan teh di pameran dunia 1889 oleh Mundt. ”Tapi, alatnya bukan Sari Oneng,” tuturnya. (*/c17/dio)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Baru Dua Daerah di Papua Punya Regulasi PBJ Kampung

-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…

20 hours ago

JPO Abepura Kembali Dibuka, Pejalan Kaki Bernapas Lega

  Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…

21 hours ago

Sandera yang Selamat Ternyata Sedang Hamil

Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…

22 hours ago

Konsep Dialog Kembali Didorong untuk Akhiri Konflik

Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…

23 hours ago

Disandera, Dipaksa Dukung OPM Lalu Dihabisi

Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…

24 hours ago

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

1 day ago