Categories: FEATURES

“Suamiku dengan Temannya Terdampar di Sebuah Pulau, Katanya Masih Hidup”

Rekan sesama nelayan Agus, Jamal, menjelaskan bahwa periode Januari hingga Februari memang dikenal sebagai musim gelombang tinggi di perairan Jayapura. Tidak semua nelayan berani melaut di bulan-bulan ini. “Biasanya hanya nelayan dengan adrenalin tinggi yang berani melaut sampai 100–200 mil,” katanya.

Meski demikian, Jamal meyakini Agus cukup berpengalaman. Apalagi saat ini nelayan sudah dibantu aplikasi pemantau cuaca seperti Windy. “Saya yakin Agus juga pakai aplikasi itu,” ujarnya.

Menurut Jamal, pada 5 Januari lalu gelombang di perairan Jayapura memang cukup tinggi. Namun banyak nelayan tetap melaut karena faktor ekonomi. “Kita tidak pernah tahu musibah. Waktu itu banyak nelayan juga berangkat bersama Agus dan Sa’di,” jelasnya.

Hingga kini, para nelayan belum menemukan tanda-tanda keberadaan perahu Agus. “Kalau kami temukan, pasti kami bantu bawa mereka pulang,” tegas Jamal.

Ia menjelaskan, perahu fiber bermesin ganda sebenarnya cukup tangguh. Namun kerusakan mesin di tengah gelombang tinggi memang berisiko besar. “Kalau satu mesin rusak saja, sulit kembali ke darat. Apalagi cuaca sedang tidak bersahabat,” katanya.

Jika perahu tidak sampai terbalik, peluang selamat masih ada. Namun arah hanyut perahu sepenuhnya bergantung pada arus laut. “Biasanya bisa terbawa sampai perairan Papua Nugini (PNG). Dulu sudah pernah ada nelayan terdampar sampai ke sana,” ungkap Jamal.

Tim SAR Gabungan pun terus melakukan pemantauan hingga ke perairan perbatasan PNG. Namun hingga Rabu (14/1), hasilnya masih nihil. Humas SAR Jayapura, Silvia Yoku, mengatakan bahwa pada hari tersebut tidak dilakukan pencarian aktif, melainkan pemantauan. “Pencarian sebelumnya sudah sampai area perbatasan PNG dan tidak ditemukan tanda-tanda,” jelasnya. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Anggaran Turun Drastis, RSUD Jayapura “Dihantui” Masalah Klasik

Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey menjelaskan, anggaran Rp104 miliar tersebut bersumber dari dana Otonomi…

15 hours ago

Kejari Mimika Kembalikan BB ke Pemilik

Pengembalian barang bukti tersebut berasal dari perkara atas nama Syamsul Hadi alias Hadi, yang telah…

15 hours ago

Papan Atas Kian Memanas

Persipura kini berada di peringkat tiga dengan koleksi 34 poin. Mereka terpaut satu poin dari…

16 hours ago

Masih Minim Alat Bukti Terkait Pembunuhan Terhadap Disabilitas di Merauke

  ‘’Ini sebenarnya masih rana kewenangan dari teman-teman penyidik  kepolisian  Resor Merauke. Namun saya sebagai…

16 hours ago

Satu Penonton Persipura v Sleman Meninggal di Tribun

Korban diketahui bernama Andi Kawer, seorang mahasiswa di Kota Jayapura. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persipura…

17 hours ago

Soal Pemasangan Rambu dan Nama Jalan, Masih Pakai yang Lama

Pemberian nama jalan ini pun menjadi sorotan beberapa pihak lantaran dianggap harus dilakukan sesuai mekanisme…

17 hours ago