Categories: FEATURES

Bayar Retribusi Tiap Bulan, Giliran Banjir Sampah Tak Kunjung Dibersihkan

Di atas tumpukan sampah, para pedagang membangun kembali tempat usaha mereka, Selasa (18/1). (FOTO: Elfira/Cepos)

Di Atas Tumpukan Sampah, Pedagang Pasar Youtefa Berusaha Bangkitkan Usaha

Meski sebagian besar pedagang Pasar Youtefa sudah dipindahkan ke Pasar Baru Kotaraja, namun sejumlah pedagang yang mengaku belum dapat tempat, terpaksa bertahan di tempat lama meski hampir setiap tahunnya terendam banjir.

Laporan: Elfira_Jayapura

Hujan turun di Pasar Youtefa, Selasa (18/1) pagi.  Meski tidak begitu deras, namun cukup menganggu aktifitas di pasar yang terlihat becek di sana-sini.  Sebagian pedagang  terlihat sibuk berbenah, ada yang membangun kembali tempat usaha mereka, ada juga yang menunggu kedatangan pembeli.

  Di lain sudut, sampah sampah pasca banjir menumpuk mengeluarkan aroma tak sedap. Para pedagang pasrah menghirup aroma dari tumpukan sampah tersebut, sembari menunggu pemerintah datang membersihkan.

   Bahkan, sebagian pedagang memilih berjualan di atas tumpukan sampah. Anak anak juga bermain di atas tumpukan sampah, tak peduli dengan kesehatan mereka. Di beberapa blok di Pasar Youtefa memang sudah dibersihkan, hanya saja, ada blok blok tertentu yang belum dibersihkan seperti blok D, Blok E termasuk jalan Poros dari Pasar Ikan keluar ke terminal Pasar Youtefa.

  Kendati penuh tumpukan sampah dan kondisi becek, para pedang masih ingin membangun kembali tempat usaha mereka yang rusak akibat banjir. Ramli misalkan, seorang penjual gorengan yang ingin kembali membangun tempat usahanya.

   “Belum pindah dari sini (Pasar Youtefa-red) lantaran kami belum diberikan tempat di Pasar yang berada di Otonom,” terangnya.

   Ia berharap, pemerintah bisa segera membersihkan sampah yang ada di Pasar Youtefa sehingga mereka kembali berjualan. Pasalnya, satu satunya mata pencaharian pria 3 anak itu adalah berjualan gorengan di pasar.

  “Sejak banjir hingga saat ini, saya dan keluarga tetap di rumah sembari datang mengecek lokasi jualan. Berharap pemerintah segera mengangkat sampah yang ada di Pasar Youtefa,” harapnya.

   Ramli sendiri membayar retribusi setiap bulannya Rp 500 ribu, dengan kondisi saat ini. Ia menyampaikan belum akan membayar retribusi bulan ini karena tempat jualannya rusak parah dan tidak punya pemasukan.

   Pedagang lainnya Farida, setiap hari pasca banjir mendatangi Pasar Youtefa hanya untuk memastikan tempat jualannya sudah dibersihkan dari tumpukan sampah atau belum. Hanya saja, hingga saat ini tumpukan sampah yang ada di tempat jualannya belum juga dibersihkan.   

   “Kalau pemerintah tidak ingin bersihkan, kami akan bersihkan sendiri. Akan menggaji gerobak untuk mengangkat sampah. Saya harus jualan, sebab mata pencaharian saya ada di Pasar,” ungkapnya.

  Farida berjualan sejak tahun 2004 di Pasar Yaoutefa, saat banjir kemarin. Bukan hanya tempat usahanya yang banjir melainkan rumahnya juga terendam air setinggi 2 meter. “Kini saya harus utang hanya untuk kebutuhan kami, karena sudah berapa minggu tak ada pemasukan,” ungkap ibu dua anak ini.

   Ia berharap Pemerintah segera membersihkan tempat jualan mereka. Farida sendiri hampir tak pernah alpa membayar retribusi. Bahkan, dalam sebulan ia membayar retribusi Rp 500 ribu. Belum lagi membayar tagihan karcis berupa uang sampah dan keamanan yang ia bayar Rp 6 ribu per harinya dengan total 6 karcis ia terima.

  “Segera dibersihkan, kami tidak bisa berjualan dan tidak ada pembeli yang mau masuk dengan kondisi seperti ini,” ungkapnya. (*/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: BOKS

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

15 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

17 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

18 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

19 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

20 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

21 hours ago