Sementara pada, krisis komunikasi dan perselingkuhan, seringkali pasangan kurangnya keterbukaan, pudarnya rasa saling percaya, serta hadirnya pihak ketiga (perselingkuhan) yang kerap dipicu oleh penyalahgunaan media sosial.
“Tindakan kekerasan, baik secara fisik, verbal, maupun psikis, menjadi alasan mutlak yang membuat salah satu pihak memilih untuk menyudahi pernikahan demi keselamatan diri,” tambahnya.
Selain itu, ungkap Abdul, banyak pasangan yang menikah tanpa memahami hak, kewajiban, dan realitas kehidupan pasca-pernikahan, sehingga kaget saat menghadapi dinamika rumah tangga yang asli.
Menurutnya, perceraian bukanlah akhir dari masalah, melainkan awal dari babak baru yang membawa dampak signifikan bagi lingkungan sekitar, terutama dampak bagi Anak, yang memungkinkan anak rentan mengalami trauma, stres, depresi, merasa tidak aman, hingga kehilangan figur teladan dalam hidupnya.
Kondisi ini juga dapat memicu ketidakharmonisan orang tua yang sering kali mengganggu fokus belajar anak di sekolah dan memicu perilaku menyimpang (kenakalan remaja) di luar rumah.
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…