Sementara pada, krisis komunikasi dan perselingkuhan, seringkali pasangan kurangnya keterbukaan, pudarnya rasa saling percaya, serta hadirnya pihak ketiga (perselingkuhan) yang kerap dipicu oleh penyalahgunaan media sosial.
“Tindakan kekerasan, baik secara fisik, verbal, maupun psikis, menjadi alasan mutlak yang membuat salah satu pihak memilih untuk menyudahi pernikahan demi keselamatan diri,” tambahnya.
Selain itu, ungkap Abdul, banyak pasangan yang menikah tanpa memahami hak, kewajiban, dan realitas kehidupan pasca-pernikahan, sehingga kaget saat menghadapi dinamika rumah tangga yang asli.
Menurutnya, perceraian bukanlah akhir dari masalah, melainkan awal dari babak baru yang membawa dampak signifikan bagi lingkungan sekitar, terutama dampak bagi Anak, yang memungkinkan anak rentan mengalami trauma, stres, depresi, merasa tidak aman, hingga kehilangan figur teladan dalam hidupnya.
Kondisi ini juga dapat memicu ketidakharmonisan orang tua yang sering kali mengganggu fokus belajar anak di sekolah dan memicu perilaku menyimpang (kenakalan remaja) di luar rumah.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…
Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…