Tangga-tangga yang menjadi satu-satunya akses keluar tidak dilengkapi dengan pegangan besi dan penerangan yang memadai, sehingga saat keadaan darurat, keselamatan mereka menjadi taruhan.
Lebih dari itu, kebakaran hebat yang terjadi pada tahun 2023 di Blok A menjadi pengalaman yang membekas dalam ingatan. Dengan anak-anaknya yang masih kecil, Marion dan suaminya sempat bingung mencari cara untuk menyelamatkan diri.
“Kebakaran itu terjadi malam hari, sehingga jalan terakhir kami hanya bisa pasrah,” kenangnya.
Kehidupan di Rusunawa juga penuh dengan tantangan lain. Persoalan air bersih menjadi hal yang sangat dirasakan. Kadang kala mereka harus minum air sumur karena air isi ulang sulit didapat, terutama di malam hari.
“Kalau soal air untuk mandi, kami gunakan sumur bor dan lancar,” tuturnya.
Kapolres Jayawijaya melalui kabag Ops AKP Eddy Tohir Sabara menyatakan saat ini ada beberapa kelompok…
Kegiatan pemeriksaan rutin ini mencakup beberapa sasaran utama sikap tampang dan kerapian Pemeriksaan gampol (seragam…
Penyidikan kasus insiden berdarah di perumahan Rafles Residence, Jalan Irigasi Ujung, Mimika, memasuki babak baru.…
Wakil Bupati Yalimo, Yan Kirakla, SPd, meminta aparatur sipil negara (ASN) yang saat ini berada…
- Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Dapil Papua Selatan, Indrajaya menyebutkan bahwa…
Mereka tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Papua Tengah. Di setang sepeda, bendera Merah…