Categories: FEATURES

Banyak yang Tidak Punya KTP, Anggota TNI/Polri yang Dipecat Belum Ubah Status

Melihat Pelaksanaan Pemungutan Suara Pemilu 2024 di TPS Lapas Abepura

Meski berada di balik tembok penjara, namun warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Abepura tetap bisa menggunakan hak  pilihnya pada Pemilu 2024 ini. Dimana ada satu TPS yang dibuat di Kompleks Lapas dan proses pencoblosan di TPS Lapas Abepura berlangsung kondusif.  Banyak penghuni Lapas, tapi tak sampai separo yang bisa ikut memilih.

Laporan: Carolus Daot_Jayapura

Pesta demokrasi untuk menentukan pemimpin lima tahun ke depan, juga terasa di lingkungan Lapas Abepura. Rutinitas kegiatan mereka kemarin, diwarnai dengan pemungutan suara untuk memilih pasangan presidin dan wakil presiden, DPD RI, DPR RI, DPR Provinsi dan DPRD Kota Jayapura.

  Rabu (14/2) pagi kemarin petugas lapas sudah siapkan lokasi TPS di dalam komplek Lapas, Sejumlah warga binaan yang ikut pencoblosan, mengantre tertib baik di dalam TPS maupun di luar TPS.

   Kepala Lapas Abepura, Sulistyo Wibowo mengatakan jumlah pemilih DPT di Lapas Abepura 217 orang. Ditambah Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTB) 175 orang. Jumlah tersebut, tidak berbanding lurus dengan jumlan WBP Lapas Abepuera yang jumlahnya 787 orang.

   Minimnya jumlah pemilih di Lapas, kata Sulistyo, disebabkan karena banyak WBP yang tidak memiliki KTP. Tapi juga WBP yang berasal dari Negara PNG.

  “Di Lapas tidak semua WNI, tapi warga negara asing juga banyak, selain itu ada WBP yang tidak mau rekam KTP,” katanya.

  Rendahnya jumlah pemilih di Lapas, juga disebabkan karena adanya tahanan TNI/Polri yang statusnya belum diubah menjadi warga sipil. “Ada 37 anggota TNI/Polri yang dipecat, tapi tidak mau ubah status sebagai warga sipil, ini yang kemudian membuat DPT kita di Lapas sangat rendah,” bebernya.

  Dikatakan Pihak Lapas selama ini berupaya bekerjasama dengan Dinas Dukcapil untuk melakukan perekaman KTP bagi WBP yang belum memiliki e-KTP, namun kadang kala hal itu tidak diindahkan oleh WBP. “Ada yang mau merekam, tapi banyak yang tidak mau repot bikin KTP,” ujarnya. “Sehingga yang terjadi moment Pemilu seperti ini banyak yang tidak terdata,” sambungnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Identitas Dua Korban Mobil Terbakar di Ring Road Terungkap

   Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, kedua korban yang ditemukan dalam…

3 hours ago

Tokoh Adat Papua Serukan Pelajar Fokus Pendidikan dan Dukung MBG

   Imbauan tersebut disampaikan menyusul informasi rencana aksi pelajar pada 15 September yang disebut berkaitan…

4 hours ago

Teknis Beasiswa PACE dan MACE Berbasis Dana Otsus Dimatangkan

  Program strategis yang didanai melalui skema Otonomi Khusus (Otsus) ini dihadirkan untuk menjamin pemerataan…

5 hours ago

Satu Unit Mobil Damkar Diminta Stand By di Jayapura Utara

   Ia menyebut, ketika terjadi kebakaran di wilayah Jayapura Utara, mobil pemadam membutuhkan waktu sekitar…

6 hours ago

ABR: Jangan Ada Lagi Tawuran Antarsekolah!

  Menurut Abisai, lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk…

7 hours ago

Persoalan Akademik FK Uncen Jadi Polemik

   Pernyataan ini dikeluarkan menanggapi aksi demonstrasi yang berlangsung pada, 7 September 2026 yang dipimpin…

8 hours ago