Meski demikian, persoalan tersebut tetap harus dipikirkan pemerintah untuk jangka panjang. Menurut Abisai, pemerintah tidak hanya harus berpikir mengenai pembangunan jalan untuk kebutuhan mobilitas normal, tetapi juga memastikan adanya akses alternatif yang dapat digunakan ketika terjadi bencana atau gangguan pada ruas jalan utama.
Dengan demikian, pengalaman dari kebakaran Dok V dan Dok IX maupun potensi bencana tanah longsor di sejumlah wilayah menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Jayapura untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana.
Mulai dari penambahan armada pemadam kebakaran, pengembangan fasilitas pemadam dari sektor perairan, penataan kawasan permukiman padat, hingga penguatan akses jalan dan jalur alternatif.
“Ini menjadi catatan dan harus kita pikirkan ke depan. Bagaimana kalau terjadi situasi seperti ini, apa solusi yang harus kita lakukan,” pungkas Abisai.
Pemerintah Kota Jayapura berharap evaluasi tersebut dapat menghasilkan langkah konkret sehingga penanganan bencana ke depan dapat dilakukan lebih cepat, efektif dan mampu meminimalkan risiko bagi masyarakat. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Saat kapal dalam perjalanan menuju Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…
Deputi Executive Vice President Regional VI Makassar Area Papua Maluku, Alex Nitalessy, mengatakan penyaluran dilakukan…
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan…
Promo bertajuk “Promo Harpelnas” tersebut ditujukan bagi pelanggan setia Honda dengan menawarkan potongan harga, cashback…
Langkah tegas namun humanis ini diambil sebagai bentuk respon cepat kepolisian dalam meminimalisir potensi…
Pesatnya arus modernisasi dan keterbukaan informasi di era digital membawa dampak ganda bagi kehidupan masyarakat,…