Pengamat Ekonomi sekaligus Dosen Pascasarjana Magister Manajemen STIE Port Numbay Jayapura, John Agustinus, mengatakan berdasarkan data situasi ekonomi terkini, harga sewa ruko yang mahal dan beban biaya operasional (termasuk pajak/retribusi) memang menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan banyak ruko di kawasan strategis termasuk Dok II Jayapura tutup.
” Pergeseran Pengunjung, Berkurangnya pedagang kaki lima (PKL) di area tersebut berdampak pada penurunan lalu lintas pengunjung ke kawasan Ruko Dok II. Dampak DOB, Pemekaran daerah otonom baru (DOB) juga berpengaruh terhadap pengurangan pengunjung ke pusat bisnis tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru juga mengakui kondisi bisnis di Ruko Dok II sudah tidak seperti dulu. Memang banyak faktor kenapa di sana mulai sepi pengunjung dan banyak usaha yang tutup. Salahnya satunya banyaknya Cafe dan restoran di sepanjang Holtekamp.
Rustan mengaku akan membahas hal ini dengan OPD terkait, seperti Disperindagkop, Dinas Pariwisata, Bapenda dan lainnya untuk mencari solusi dan kebijakan apa yang bisa ditawarkan supaya Ruko Dok II ini tetap kembali ramai. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…
Abisai juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di kalangan pemuda pasca Musyawarah Daerah (Musda). Ia…
Menurut Evert, buku cerita rakyat tersebut akan menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa…
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Papua menggelar sosialisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) serta Pencegahan,…
–Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) mendorong lahirnya Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus)…
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Juni 2026, dibuka secara…