Categories: FEATURES

Pengunjung Beralih ke Kafe Pantai Holtekamp, Pemkot Cari Solusi Untuk Benahi

Ia menegaskan bahwa kawasan Ruko Dok II memiliki potensi besar dalam mendukung PAD Kota Jayapura. Karena itu, jika banyak usaha terus tutup, maka dampaknya juga akan dirasakan terhadap penerimaan daerah. “PAD dari kawasan itu cukup besar dan relatif terkontrol. Jadi memang perlu ada evaluasi,” katanya.

Selain menyoroti kondisi ruko, Pansus PAD DPRK Jayapura juga menemukan sejumlah persoalan terkait kebocoran PAD di Kota Jayapura, mulai dari sektor perizinan, pajak hotel, tempat hiburan hingga retribusi parkir dan persampahan.

Menurut Ismail, DPRK bersama pemerintah kota akan mendorong digitalisasi sistem pembayaran retribusi untuk meminimalisasi kebocoran pendapatan daerah.

“Semoga kedepannya kita bisa bersama sama membangun kota ini salah satunya dengan mendorong peningkatan PAD,” pungkas Isamil.

Sementara itu, Jan J. Vriese Ketua Kadin Kota Jayapura mengakui kondisi Ruko Dok II sudah tidak seperti dulu lagi, terlebih dulu terkenal dengan banyak kafe di atas laut, setiap ada tamu yang datang ke Kota Jayapura banyak yang makan dan menikmati keindahan laut di pantai Dok II, namun sekarang sudah tidak lagi. Penyebabnya, salah satunya pembangunan kafe yang ada di sepanjang Pantai Holtekamp.

“Dulunya di Ruko Dok II terkenal dengan cafe di atas laut banyak yang datang makan, namun kini sepi pengunjung, semenjak adanya pembangunan banyak cafe di sepanjang pantai holtekam bawa jembatan Merah, karena di sana lebih banyak fasilitas dan tempatnya lebih luas,”ungkapnya, Senin (11/5).

Selain itu, semenjak banyaknya tempat tongkrongan ngopi yang ada di kota Jayapura di pinggir jalan ada ruko diubah menjadi tempat ngopi termasuk rumah juga hal ini juga mempengaruhi pilihan masyarakat dalam memilih tempat nongkrong.

Jan berharap kepada pemerintah Kota Jayapura, bisa mengatur kembali Ruko Dok II bisa sebagai tempat pusat bisnis seperti dulu dan mendatangkan investor supaya ada pengelolaan yang baru banyak pengunjung yang datang jika dibiarkan seperti ini tentu sangat merugikan pelaku usaha di sana karena tidak ramai seperti dulu.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pelaku Pembunuhan Wisma KM 10 Mimika Akhirnya Diringkus

Tim gabungan Polres Mimika membekuk tersangka sebelum akhirnya diterbangkan kembali ke Timika untuk menjalani proses…

1 day ago

Pemkab Keerom dan PLN Geser Jaringan Listrik demi Penataan Area Wisata

Pembangunan fisik Patung Yesus di Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom kini telah rampung…

1 day ago

Sinergikan Program Otsus Papua, Pemkab Jayawijaya Koordinasikan  Dengan BP3OKP

Plt Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan Otsus Papua merupakan instrumen penting dalam…

1 day ago

Belajar dari Kasus Keracunan MBG Depapre, Bupati Jayapura Ingatkan SPPG Utamakan Keamanan Makanan

Menurut Yunus, proses penyediaan makanan untuk program MBG tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Mulai dari…

1 day ago

Musim Kemarau, Warga Diingatkan Waspadai Air Minum dan Risiko Diare

Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang berkaitan dengan infeksi…

1 day ago

Guskamla Koarmada III Gelar Bhakti Sosial  di Bondifuar

Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada III melalui program Guskamla Peduli “Aku Cinta Laut” menggelar Bhakti…

1 day ago