“Kami sering melihat dia main sendiri depan ruko, sementara orang tuanya di dalam. Pernah dia main sampai depan jalan raya, untungnya kita cepat panggil takut ditabrak,” cerita Yusuf. Ditempat yang sama istri Yusuf mengaku sangat sedih mendengar informasi itu. Karena korban dikenal pribadi yang sangat aktif, baik, lucu dan imut. Korban selalu ceria ketika diajak bermain.
“Kalau kita panggil dia (korban) main ke sini dia datang seakan tidak ada rasa takutnya. Apalagi kita ini tidak terlalu kenal dengan dia, karena mungkin dia butuh teman main,” kata istri Yusuf. Karena itu ia berharap, siapa pun pelaku dari aksi pembunuhan sadis itu cepat diungkap dan dihukum setimpalnya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Dari 29 perkara narkotika tersebut, lima perkara merupakan kasus narkotika jenis sabu dengan total…
Setelah tujuh hari melakukan pencarian, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke resmi menutup Operasi Pencarian…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura mendorong percepatan penanganan sejumlah titik rawan…
Gubernur Papua Pegunungan DR(HC) John Tabo, SE, M.B.A menyatakan proses pengisian 11 anggota DPR Otsus…
Hanya bedanya jika sebelumnya mencetak 3 gol dan dibalas 1 gol, kali ini mencetak 1…
Adapun peninjauan kata Rustan difokuskan pada titik-titik lokasi rawan banjir dan kemacetan, mulai dari…