Categories: FEATURES

Buka Pesantren Kilat, Libatkan Anak-anak di Sekitar Pondok

Melihat Aktivitas  Para Santri Pondok Pesantren Ya Bunaya Waena di Bulan Ramadan

Ada sekitar 105 anak yang terdiri dari perempuan dan laki-laki sedang belajar di pondok pesantren Ya Bunaya di Waena. Di bulan Ramadan seperti  saat ini,  aktifitas di pondok pesantren penuh dengan nuansa ibadah puasa. Seperti apa aktifitasnya?

Laporan: Robert Mboik-Jayapura

Dering bel listrik berbunyi, waktu sudah menunjukan pukul 11.45 WIT. Semua anak anak yang mondok di pesantren Ya Bunaya di Waena terlihat cukup teratur keluar dari ruang kelas. Mereka baru saja selesai belajar, bergegas langsung meninggalkan ruang kelas setelah buny bel terdengar, Senin (10/3) siang kemarin.

  Bangunan ruang belajar para siswa pondok ini dibangun dua lantai, mengitari lapangan upacara yang ada di tengah bangunan. Jika dilihat dari pintu masuk, bangunan tersebut menyerupai huruf U.

   Seperti biasanya, usai melaksanakan kegiatan belajar mengajar anak-anak dengan tertib kembali ke tempat tinggal mereka, asrama yang letaknya di bagian belakang bangunan ruang kelas.

  Mereka terlihat dengan tertib masuk kembali ke dalam asrama, baik laki laki maupun perempuan. Setiap hari, sejak pagi hingga malam menjelang, anak anak ini sudah mempunyai kegiatan yang sudah terjadwal, dan wajib diikuti. Kecuali bagi yang sedang sakit.

  Pengelola pondok pesantren Ya Bunaya, Ust.Ahmad Basudin mengaku, mendidik anak-anak ini sudah pasti dengan penuh kesabaran yang tinggi. Apalagi jumlah mereka cukup banyak dan tentunya berasal berbagai macam latar belakang yang berbeda, termasuk karakter.

   Namun ketika masuk pondok pesantren, setiap siswa  harus wajib mengikuti aturan yang sudah dibuat oleh pihak pengelola. Namun demikian, mereka pada akhirnya terlihat mampu beradaptasi dengan segala macam aturan yang diwajibkan didalam pondok, terutama mengenai hal belajar, doa dan sebagainya.

   “Kita membiasakan anak-anak untuk hidup teratur, belajar, olahraga dan berdoa, makan, semua sudah terjadwal,” kata Ust.Ust.Ahmad Basudin, Senin (10/3).

   Nah selama bulan suci Ramadan ini, sebenarnya tidak ada yang berbeda dari kegiatan-kegiatan yang sebelumnya yang dikaksanakan di dalam pondok pesantren itu. Misalnya, selama Ramadan ini anak-anak diwajibkan untuk mengikuti pengajian Ramadan, yaitu pengajian kitab kuning, dimulai dari bakda Subuh,  bakda Asar dan bakda Tarawih

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Wilayah Rawan Kriminalitas Perlu Dipasang CCTV

Selain berfungsi sebagai alat pemantauan, pemasangan CCTV juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencegah meningkatnya…

42 seconds ago

Kosmetik Ilegal Masih Banyak Ditemukan di Papua Tengah

Dari hasil pengawasan, kosmetik tanpa izin edar alias ilegal menjadi yang paling banyak ditemukan di…

1 hour ago

Pemprov Fokus Transformasi Papua Cerah

Wakil Gubernur Papua Aryoko AF Rumaropen di Jayapura, Sabtu, mengatakan RPJMD merupakan dokumen strategis yang…

2 hours ago

Manfaatkan Lahan yang Ada, Bupati Jayawijaya Ajak Pemuda Kembali Berkebun

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH , MH menyatakan hari ini bisa dilihat bersama panen ubi…

3 hours ago

“Jangan Jadi Jago Kandang, Kita Dipanggil Untuk keluar di Tengah Masyarakat”

Ribuan umat Katolik, biarawan, dan biarawati dari empat dekanat di dua provinsi Papua dan Papua…

3 hours ago

Ketua DPRK Mimika Imbau Masyarakat Jaga Stabilitas Keamanan

Primus pun meminta aparat keamanan selaku penegak hukum agar bertindak cepat mengungkap motif di balik…

4 hours ago