

Ribuan Umat, Biarawan Biawawati dari 4 Dekanat di Keuskupan Jayapura mengikuti Misa Akbar Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026 di Istora Papua Bangkit, Minggu (8/2). (foto:Karel/Cepos)
Pesan Penting Dari Sinode Keuskupan Jayapura 2026 Dalam Seruan “Gereja Go Public”
Setelah enam hari penuh pergumulan, refleksi, doa, dan diskusi yang melibatkan para imam, diakon, biarawan-biarawati, serta kaum awam Katolik dari empat dekanat di dua provinsi, Papua Induk dan Papua Pegunungan, Sinode Keuskupan Jayapura Tahun 2026 resmi ditutup melalui Misa Syukur Perayaan Akbar, di Istora Papua Bangkit, Minggu (8/2).
Laporan: Karolus Daot_Jayapura
Ribuan umat Katolik, biarawan, dan biarawati dari empat dekanat di dua provinsi Papua dan Papua Pegunungan sejak pagi bergerak menuju Istora Papua Bangkit mengikuti Misa Akbar Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026. Ada yang menggunakan kendaraan pribadi, namun banyak juga yang menggunakan bus maupun truk yang disediakan panitia sinode maupuan dari paroki masing-masing.
Kehadiran umat ini bukan sekadar mengikuti misa mingguan, tapi juga sebuah proklamasi spiritual bagi Gereja Katolik di Tanah Papua, khususnya Keuskupan Jayapura. Dimana Misa Syukur Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026 ini dipimpin langsung oleh Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You. Meski dilaksanakan di luar gedung gereja, namun perayaan Ekaristi berlangsung khidmat, tertib, dan sarat makna spiritual.
Dalam homilinya, Uskup yang akrab disapa Mgr. Yan You itu menegaskan kembali panggilan dasar setiap orang Kristen. Ia menegaskan bahwa Orang Kristen harus menjadi berkat bagi sesama.
“Sebagai pengikut Kristus, dalam hidup kita, dalam karya kita, kita dipanggil menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Menjadi orang Kristen berarti menjadi berkat bagi sebanyak mungkin orang. Itulah komitmen kita, dan itulah yang dikehendaki Tuhan,” tegasnya.
Ia mengaitkan pesan tersebut dengan bacaan pertama dari Nabi Yesaya, yang berbicara tentang panggilan umat untuk menjadi terang dan garam dunia terutama bagi mereka yang miskin, kecil, lemah, dan tertindas. Puasa, menurut Uskup Yan You, tidak sekadar soal pengekangan diri, melainkan kesempatan untuk berbagi dan berbuat nyata bagi sesama.
“Di dalam injil yang kita dengarkan hari ini (minggu red) ditegaskan, Kamu adalah garam dunia. Kamu adalah terang dunia. Ini pesan penting bagi kita umat Katholik untuk untuk berbagi dan berbuat nyata bagi sesama,” Jelas Mgr Yan You.
Mgr. Yan You menekankan bahwa dalam setiap peran baik dalam keluarga, masyarakat, pemerintahan, adat, maupun Gereja umat Katolik dipanggil untuk memberikan yang terbaik, bukan demi kepentingan diri sendiri, melainkan demi orang lain, khususnya mereka yang paling membutuhkan.
“Ketika kita berbuat baik kepada orang miskin, kepada mereka yang sungguh membutuhkan pertolongan, pada saat yang sama kita memuliakan Tuhan sendiri,” ujarnya.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama (Kemenag) Arsad Hidayat menuturkan, potensi perbedaan…
Di balik kostum warna mencolok dan atraksi akrobatik yang memukau, tersimpan sejarah panjang serta makna…
"Berdasarkan hasil respon cepat di lokasi kejadian, bangunan yang terbakar meliputi Polsubsektor Kapiraya Polres Deiyai…
"Masalah kesehatan tidak bisa ditunda karena menyangkut keselamatan nyawa. Penonaktifan PBI secara sepihak seperti ini…
Menurut Abisai, selain persoalan izin, penggunaan anggaran perjalanan dinas juga harus jelas sumber dan peruntukannya.…
Kepala Basarnas Jayapura, Anton Sucipto berharap masyarakat untuk tidak memancing atau beraktivitas di sungai atau…