Categories: FEATURES

Terkesan Kumuh, Banyak Sampah dan Pecahan Botol, Rumput Tumbuh Liar

Mengintip Stadion Macandra Uncen yang Kini Kondisinya Memprihatinkan

Kondisi Stadion Macandra Uncen yang dulunya menjadi kebanggaan masyarakat Papua kini tampak memprihatinkan. Bangunan yang pernah digunakan untuk pertandingan sepak bola pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020 ini sepertinya tak lagi sepenuhnya terawat.

Laporan : Jimianus Karlodi

Stadion Macandra Uncen yang berada di komplek Uncen Atas di Kelurahan Yabansasi Distrik Heram ini, sebelumnya memang sudah ada sebelum perhelatan PON. Namun untuk kepentingan PON XX Tahun 2021, fasilitas yang ada ini direhab untuk memenuhi persyaratan venue pertandingan babak penyisihan sepak bola putra.

Stadion ini juga termasuk dalam beberapa venue yang dibangun atau direnovasi oleh Universitas Cenderawasih (Uncen) untuk mendukung PON tersebut. Usai perhelatan PON, tak banyak even yang digelar di Stadion ini, sehingga kondisinya juga kurang terawat dengan baik.

Sampah dan pecahan botol minuman keras yang terhambur di sekitar Stadion Mahacandra. (foto:Jimi/Cepos)

Bahkan, dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi, sejumlah fasilitas penting seperti lampu kamar mandi, bench pemain dan beberapa fasilitas lainnya tanpak rusak, selain itu pagar pembatas juga banyak yang patah.

Terlihat juga, tribun penonton tampak banyak kotoran, serta dinding tembok mulai rapuh dan penuh coretan, kondisi ini memperlihatkan stadion Mahacandra Uncen kumuh dan tak terurus. Di sisi timur, Utara lapangan (dari tribun penonton) terlihat rumput, ilalang dan tumbuhan lainnya tumbuh liar.

Kondisi inipun menimbulkan banjir kritikan serta pertanyaan dari berbagai kalangan masyarakat terutama pencinta bola mengenai kondisi lapangan tersebut yang nampak tidak terjaga dengan baik.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Harusnya Kerja MRP Dipublis dan Lebih Transparan

Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…

4 days ago

Dua Kapal Nelayan Indonesia Dibakar Tentara PNG

Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…

4 days ago

Setelah Botak, Kini Aibon

Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…

4 days ago

Rahasia Tasbih Alam: Mengapa Manusia Tak Mampu Mendengarnya?

Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…

5 days ago

Warga Disarankan Tak Berenang di Pantai Holtekamp

Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…

5 days ago

Ratusan Nelayan Ditangkap Otoritas PNG dan Australia Merupakan Urusan Pusat

Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…

5 days ago