Categories: FEATURES

Ditanya Siapa Kapten, Hp Dibuang hingga Disiksa Dalam Kontainer Basah

Setelah semua isi ruangan kapal digeledah, para pasukan zionis membuang semua atribut Palestina. Termasuk atribut Palestina yang dipakai Abeng. “Kafieh (sorban) saya dibuang itu. Itu sejarahnya pertama kali saya pakai kafieh. Sebelum-sebelumnya saya nggak pernah berani pakai kafieh. Jadi sengaja saya pakai sebelum digeledah. Benda setan katanya. Habis itu mereka nembak ke atas, kamera kapal,” ucapnya.

Kedua pergelangan tangannya masih membekas hitam akibat diikat kencang dengan kabel ties. Punggung bagian atas badannya juga sesekali masih terasa sakit akibat ditendang dan diinjak berkali-kali oleh pasukan Angkatan Laut zionis Israel. Hal ini mulai terjadi saat Abeng dan rekannya dibawa ke penjara di kapal perang hingga penjara Kedzoit, selepas Kapal Bolarize yang ditumpanginya diintersep.

Namun, kendati masih kesakitan, Abeng seolah tak memedulikannya. Penyiksaaan demi penyiksaan yang dialaminya, menurutnya tak ada seujung kukunya dibandingkan penderitaan yang dialami rakyat Palestina. “Untung nggak dislokasi. Ini masih terasa sakit kalau diangkat,” ucap Abeng sembari memperlihatkan bekas luka di kedua tangan, lalu mempraktikan bagaimana tangannya saat dikunci pasukan zionis.

Abeng bercerita, di penjara yang berada di kapal perang itu, semua barang milik tawanan, hingga yang melekat di badan peserta Global Sumud Flotilla digeledah kembali. Selain itu, dia dan ratusan tawanan lain, diminta melucuti pakainnya selama tiga hari dua malam. “Di penjara kapal perang, cuma pakai celana satu sama kaos sehelai. Kacamata diambil, topi diambil, jaket diambil, paspor dan obat-obatan juga diambil, ” tuturnya.

Tak puas menyita barang, para pasukan zionis juga terus menyiksa para aktivis seperti menginjak badan, menyeret, memerintahkan untuk jalan jongkok, menendang, hingga memaki-maki.“Saya dipukul kepalanya gara-gara kontak mata dengan pasukan zionis saat diinterogasi,” ungkapnya saat bercerita kejadian di penjara kapal perang Israel.Selain itu, tak jauh dari Abeng berjongkok, dia melihat seorang aktivis perempuan ditembak tanpa ampun.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Satu Dari Lima Korban Perahu Ketinting Tenggelam Ditemukan

"Korban diperkirakan berumur 20 tahun dan ditemukan oleh keluarga korban dalam kondisi meninggal dunia di…

13 hours ago

Tiga ASN  Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak

Para korban dievakuasi oleh personel Polres Jayawijaya bersama Brimob Kompi D Wamena ke RSUD Jayawijaya…

14 hours ago

MRP Bersama Dubes Inggris, Bahas Perempuan, Adat dan Agama

   Ketua MRP Nerlince Wamuar mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk berdiskusi mengenai berbagai situasi…

14 hours ago

Pemkot Mulai Susun Target PAD 2027, Potensi Baru Diminta Segera Digali

  Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), target PAD Kota Jayapura tahun 2027 telah…

15 hours ago

Pemprov Papua Dorong Serapan APBN Dikebut

Pemerintah Provinsi Papua mendorong percepatan realisasi anggaran APBN, khususnya pada belanja modal serta belanja barang…

16 hours ago

Gercep Dispendukcapil, 635 Dokumen Adminduk Korban Kebakaran Diterbitkan

   Merespons kondisi tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Jayapura bergerak cepat dengan…

17 hours ago