“Ada yang ditembak kakinya di depan saya pakai peluru karet. Nggak tahu ada masalah apa. Dia perempuan dari Spanyol,” ungkap Abeng. Atas insiden penembakan terhadap perempuan dari Spanyol itu, sejumlah aktivis lain pun langsung memprotesnya hingga hampir rusuh. “Pas mau rusuh ditembak lagi peti kemasnya. Kita lari-lari aja di peti kemas yang jadi penjara,” urainya.
Selama tiga hari dua malam, Abeng dan ratusan tawanan lain mengalami kedinginan yang luar biasa. Musababnya, peti kemas yang disulap menjadi kamar tahanan, bagian lantainya dibiarkan terus basah dengan cara disemprotkan air laut menggunakan selang. Selain itu, lampu sel juga dibiarkan terus menyala, sehingga para aktivis tak bisa tidur, karena kondisi sel basah, bau pesing yang menyengat, dan pengap.
Sebagai bentuk protes atas kebiadaban pasukan zionis, ratusan relawan kemanusiaan ini pun melakukan mogok makan. Hal ini juga dilakukan Abeng. Kendati demikian, pria berdarah batak ini tetap memilih untuk meminum air kemasan botol sedang yang diberikan dengan cara dilempar dari atas peti kemas ke kepala para tahanan, meski hanya beberapa teguk saja Abeng meminum saban harinya.
“Kita saling kasih semangat, dengan cara menerikan yel-yel free Palestine, meski dilarang tentara Israel,” tandas Abeng. Free..Free…Palestine!. Suara lantang itu diteriakan salah satu perempuan bule yang menjadi peserta Global Sumud Flotilla di dermaga Pelabuhan Ashdod, Israel, usai turun dari penjara di kapal perang. Belum rampung meneriakan yel-yel dukungan untuk kemerdekaan Palestina, rambut perempuan berbaju hijau celana hitam itu langsung dijambak dan disuruh menunduk oleh pasukan Israel. (bersambung)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Berdasar data yang diterima oleh awak media dari Leonardo, M-346 F Block 20 merupakan varian…
Puncak peringatan HAN dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H.…
Polri menegaskan bahwa personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) tidak memiliki kewenangan untuk…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, kembali menyoroti masih maraknya antrean kendaraan di sejumlah Stasiun…
Direktur Utama PTAM Jayapura (Perseroda), Dr. Entis Sutisna, menjelaskan dengan kejadian tersebut pihaknya langsung…
Bergabung dengan Persipura menjadi pengalaman perdana bagi Rendy bermain untuk klub Papua. Kiper berusia 27…