Categories: FEATURES

Roh Kudus Persatukan Semua Suku Bangsa, Jadi Kekuatan Bagi yang Menghayati Iman

  Kepada Cenderawasih Pos, Pastor Felix mengatakan perayaan Pentakosta menjadi perayaan utama dalam Gereja Kristen yang menandai awal misi gereja. “Ibadah ini (Pentakosta) menjadi perayaan utama dalam Gereja Kristen yang menandai awal misi gereja. Pentakosta memperingati peristiwa penting dalam sejarah gereja di mana Roh Kudus mencurah ke atas para rasul, memberdayakan mereka untuk menyebarkan Injil,” jelas Pastor Felix, Minggu (8/6) seusai ibadah di Kotaraja.

  Jika biasanya umat yang hadir dalam perayaan ini mengenakan berbusana merah, senada warna liturgi di hari raya Pentakosta. Namun kali ini justru berbeda,  terlihat umat katolik Paroki Kristus Juruselamat Kotaraja kompak mengenakan busana adat dari masing-masing daerah.

  Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi Umat Katolik Paroki tersebut merayakannya perayaan ibadah Pentakosta dengan penuh suka cita serta khidmat dalam perayaan Ekaristi. Terlihat, Tarian adat dari tanah Toraja mengiringi Misa tersebut. Sementara mengantarkan persembahan syukur berupa buah-buahan dan lainnya, diiringi dengan tari-tarian tradisional dari Flores, NTT.

  Dalam khotbahnya Pr Felix mengatakan bahwa hendaklah umat bersatu di dalam Tuhan sebab di dalam Tuhan tidak ada perbedaan baik dari suku Batak, Sulawesi, Maluku, Jawa, Toraja, NTT ataupun Papua kita tetap satu di dalam Tuhan.

  Lebih lanjut Pr Felix menjelaskan, gereja menghayati Pantekosta sebagai peristiwa dimana semua suku disatukan dalam satu roh. Karena turunnya Roh Kudus untuk mempertemukan semua suku bangsa, sehingga iman itu menjadi iman yang mempersatukan.

  “Apalagi orang Katholik, iman itu menyatukan semua orang apabila kita sungguh-sungguh menghayati dengan benar bahwa roh itu, roh yang memberikan kekuatan dengan benar bagi semua orang,” ujarnya.

  Jelasnya suku budaya di Papua khususnya Kota Jayapura seperti ibaratnya tubuh manusia. Karena satu bagian tubuh itu tidak bisa mengklaim dirinya menjadi yang terbaik. Pasti dibutuhkan support sehingga dapat berjalan semua. Begitu pula dalam kehidupan sehari-hari pasti saling membantu dan membutuhkan satu sama lain.

  Adapun dalam perayaan tersebut doa umat dibacakan dengan beberapa bahasa daerah diantaranya, Bahasa Port Numbay (Tobati), Kei Maluku, Batak, Manado dan bahasa Jawa. Terkhusus untuk doa umat bahasa Tobati dibacakan oleh Christian FR Ireeuw selaku tokoh umat Paroki Kristus Juru Selamat Kotaraja.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota Pastikan Usaha Ikan Assar Jadi Perhatian Pemkot

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan bahwa usaha ikan assar milik masyarakat akan menjadi salah…

6 hours ago

Pemkot Perkuat Lembaga Layanan Anak, Dorong Partisipasi Anak dalam Pembangunan

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura…

7 hours ago

Kementerian HAM Perkuat Kewenangan Komnas HAM

Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) mendorong penguatan kewenangan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)…

8 hours ago

KPK Dalami Dugaan Penukaran Uang Valas oleh Eks Pejabat Bea Cukai

Diketahui, Sisprian telah berstatus tersangka dalam perkara dugaan suap importasi barang dan penerimaan gratifikasi di…

9 hours ago

Wamenkes Tegaskan Imunisasi tidak Haram Sesuai Pendapat Ulama

Pernyataan itu disampaikannya dalam jumpa pers usai meninjau pelaksanaan imunisasi di Posyandu Panteriek dan Puskesmas…

10 hours ago

Sambut Musim Baru, Manajemen Persipura Temui Rahmad Darmawan

Manajer Persipura, Owen Rahadiyan, mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadwalkan pertemuan khusus dengan pelatih yang akrab…

11 hours ago