Categories: FEATURES

Sedih, Sudah jadi Korban Kebakaran, Tapi Banyak Barang yang Ikut Dijarah

Bincang-bincang dengan Korban Musibah Kebakaran 15 Ruko di Jalan Irian dan Jalan Trikora Wamena

Musibah kebakaran di Jalan Irian dan Jalan Trikora Wamena sama sekali tidak disangka, dalam waktu singkat hingga membuat para pedagang di pusat perdagangan kota Wamena mengalami kerugian besar. Bagaimana ? kisahnya

Laporan Denny Tonjauw Wamena

Sabtu, 4 Maret 2026, menjadi hari yang kelabu bagi masyarakat di kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Kebakaran hebat melanda sebagian kawasan perdagangan vital di persimpangan Jalan Irian dan Jalan Trikora, menghanguskan sedikitnya 15 bangunan ruko dan meninggalkan luka mendalam bagi para pemilik usaha serta warga sekitar.

Tragedi ini bukan sekadar kehilangan materi, melainkan pukulan telak bagi denyut nadi ekonomi di daerah Papua Pegunungan tersebut karena salah satu pusat niaga ini menjadi salah satu pemasok barang ke beberapa kabupaten yang ada di wilayah tersebut, sehingga dampaknya juga akan terasa ke wilayah Kabupaten pemekaran, musibah tersebut juga menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bahkan ada pedagang yang juga kehilangan tempat tinggal.

Kobaran api dilaporkan mulai terlihat pada pagi hari, di saat sebagian pemilik toko baru saja memulai aktivitas mereka, sehingga hanya bisa menyelamatkan barang 50 sampai dengan 70 persen, sedangkan sebagian besar barang lainnya dibiarkan terbakar sebab api muncul dengan cepat dari salah satu bangunan di tengah deretan ruko Jalan Irian.

Faktor yang mempercepat penyebaran api saat terjadinya musibah itu, banyak bangunan ruko yang masih menggunakan material kayu pada bagian dalam atau atap, dan barang mudah terbakar yang ada dalam ruko membuat api merambat dengan sangat agresif, disamping itu, posisi ruko yang berdempetan tanpa sekat tahan api membuat isolasi kebakaran menjadi hampir mustahil dilakukan secara manual serta hembusan angin yang cukup kencang di lembah Baliem pagi itu mengarahkan lidah api hingga menyeberang ke arah Jalan Trikora.

Salah satu korban kebakaran Rahman mengaku, faktor memperburuk keadaan pada saat terjadinya musibah itu, masih adanya oknum -oknum yang memanfaatkan moment tersebut untuk menjarah barang yang mulai diselamatkan dari pemilik ruko tanpa memikirkan kesulitan dari para korban, hal ini tentunya menambah daftar kerugian yang pedagang.

“Kami sudah rugi dari sisi musibah, saat kami menyelamatkan barang masih ada oknum -oknum yang memanfaatkan momen itu untuk melakukan penjarahan terhadap barang yang diselamatkan, kami juga tak bisa memperhatikan barang yang dikeluarkan dan hanya fokus untuk menyelamatkan barangnya bisa diselamatkan,”ungkapnya Selasa (7/4).

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Masih Syok! Sulit Lupakan Kenangan Tinggal di Rumah yang Kini Telah Hangus

  Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…

4 hours ago

Mitos atau Fakta, Terlalu Banyak Makan Kacang Goreng Bisa Menyebabkan Jerawat?

Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…

5 hours ago

Pemerintah Klaim Pengangguran Turun 4,65%

Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…

6 hours ago

Anggaran Podcast Kemenkop Capai Rp103 Miliar Dipertanyakan

Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…

7 hours ago

Malaysia dan Brunei Bawa Kabut Asap Kalimantan ke ASEAN

Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…

8 hours ago

Kepadatan Pengunjung Jadi Tantangan, Sepanjang Jalan rezeki Terus Mengalir

Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…

9 hours ago