Categories: FEATURES

Juliana Matang dan Miliki Ketegasan, Touskha Bukti Tak Bisa Diremehkan

Dua Perempuan Papua Berbicara di Hari Perempuan Internasional 2026

Hari Perempuan Internasional 2026 diperingati setiap tanggal 8 Maret dan memiliki tema “Rights Justice Action For All Women and Girls”. Tema ini menekankan pentingnya hak, keadilan, dan aksi nyata untuk melindungi masa depan seluruh perempuan dan anak perempuan. Dua sosok wanita hebat Papua ikut berbicara

Laporan: Erianto, Gamel_Jayapura

Momen hari perempuan internasional di Papua nampaknya masih terdengar baru meski ada beberapa kelompok perempuan tetap merespon dengan melakukan aksi atau kegiatan. Sepatutnya moment seperti ini juga disikapi oleh dinas terkait dengan melakukan kegiatan yang merangkul dan membangun.

Pasalnya moment ini bisa juga digunakan untuk merayakan pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik kaum perempuan. Selain itu mempercepat kesetaraan gender, mendidik dan meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan perempuan, hingga menggalang dana bagi badan amal yang berfokus pada perempuan.

Jika menilik sejarah, Hari Perempuan Internasional telah diperingati sejak awal tahun 1900-an – suatu masa ekspansi dan gejolak besar di dunia industri yang menyaksikan pertumbuhan penduduk yang pesat dan munculnya ideologi radikal.

Cenderawasih Pos mencoba mewawancari perempuan Papua yang menonjol dan berhasil bertemu dengan dua sosok yakni Dr Juliana Waromi SE, M.Si, ASN paling senior di Pemprov Papua yang kini mengemban jabatan Sekretaris DPR Papua dan satu lagi, Touskha Iba, pelatih sepakbola wanita dan menjadi perempuan Indonesia pertama yang mengantongi lisensi kepelatihan A AFC.

DR Juliana Waromi (DOK/ Cepos)

“Yang utama adalah perhatikan tugas dan tanggungjawab sebab jika tak dilaksanakan dengan baik seusai tupoksi maka dampaknya berat, ingat ASN itu diatur,” kata Juliana saat ditemui di Jayapura, Minggu (8/3).

Karenanya ia berharap siapapun yang meniti karir menjadi ASN jangan bekerja di luar jalur. Laksanakan tugas sesuai tupoksi sebab ini yang akan mengantar ke posisi yang lebih baik.

“Ingat kerja harus profesional dan jalankan tugas dengan sepenuh hati. Tapi jangan karena senang dengan pimpinan kemudian apa saja dilakukan yang penting pimpinan senang, ini kurang tepat,” bebernya.

Page: 1 2 3 4 5

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Karantina Papua Tolak 14 Ton Daging Ayam dari Surabaya

Penolakan diambil setelah daging ayam tersebut terbukti tidak layak konsumsi akibat tingkat cemaran mikroba yang…

1 day ago

Di Gudang Arang, 2 Kelompok Warga Kembali Saling Serang

Menerima laporan adanya perkelahian antar 2 kelompk warga di Gudang Arang tersebut, Patroli Ramadan langsung…

1 day ago

Buka Peluang Investor Asing Garap Perikanan Papua

Menurut Philemon, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor perikanan dan…

1 day ago

Penyelundupan 925,38 Gram Ganja dari Distrik Tangma Digagalkan

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan B Saragih, SH, membenarkan adanya penyerahan narkotika yang…

1 day ago

Setahun Kepemimpinan Gubernur, Komnas HAM Sampaikan Catatan HAM

Kepala Sekretariat Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan catatan yang disampaikan berkaitan dengan…

1 day ago

Bupati Biak Pimpin Rombongan “Belajar” Pariwisata ke Raja Ampat

Studi banding ke Raja Ampat dinilai sangat tepat, karena dinilai memiliki banyak kesamaan, baik dari…

1 day ago