Categories: FEATURES

Berkumpul dan Bercerita Tentang Kegelisahan, Tantangan, Perjuangan dan Hidup

Jelasnya, setiap cerita yang diangkat oleh narasumber dapat membawa inspirasi tersendiri, misalnya kisah Deli Lusyana Watak yang bekerja sebagai seorang pengacara sebelum akhirnya menjabat sebagai Ketua Komisi D Kota Jayapura menghadapi banyak tantangan terlebih ketika berkecimpung memberikan perhatian pada masalah perempuan dan anak.

Ia juga berkecimpung dalam sebuah yayasan yakni Noken Peduli Papua yang setiap bulannya memiliki agenda menyambangi orang-orang yang kurang beruntung dan memberikan bantuan.

“Kegiatan ini sangat menarik karena sebagai sesama perempuan sepatutnya saling mensuport sebab banyak perempuan di luar sana yang merasa tidak berdaya karena beberapa hal semisal kondisi ekonomi atau yang dengan keterbatasan yang lain,” jelas Adelia usai kegiatan.

Iapun berharap kegiatan diskusi ini bisa dilakukan secara rutin agar perempuan dimanapun bisa merasakan bahwa mereka tak sendiri.

“Tidak semua perempuan punya cerita yang baik, selama ini dari  pengalaman saya banyak cerita yang tidak bagus itu di perempuan. Posisi menjadi single parent, single mother yang mengharuskan ia mencari uang. Ini harus memiliki teman cerita yang positif agar tidak patah semangat,” tambahnya.

Ia berpendapat bahwa perempuan harus memiliki semangat dan daya juang tinggi untuk membutikan bahwa mereka tak lemah. 

“Saya  lahir dari keluarga yang tegas dimana kami dituntut untuk bisa hidup di atas kaki sendiri meski secara finansial orang tua saya mampu. Ini akhirnya bisa saya buktikan,” tutupnya.

Begitupula kisah menarik yang disampaikan oleh Pretty Syull Rogi, bagaimana ia berjuang melakukan penelitian gender di Kota Wamena hingga menghasilkan karya buku. Lain lagi kisah Lusy Sampary Umbora dan Rina Djafar, sebagai seorang Single Parents yang sering dipandang sebelah mata namun tetap konsisten, tekun dan terus berjuang dalam profesi yang digeluti.

Nunung Kusmiaty yang bekerja sebagai jurnalis tiga jaman, membagikan kisah bagaimana ia tetap eksis menghadapi tantangan perubahan teknologi. Ia memulai karir sebagai wartawan jaman menulis masih menggunakan mesin tik, kemudian beralih menggunakan Pc/ laptop dan saat ini masih terus menulis di era media sosial. “Dulu tugas wartawan tidak semuda seperti saat ini yang banyak didukung teknologi. Dulu susah sekali dan belum ada Hp,” tambahnya.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Tokoh Agama Papua Padukan Langkah Demi Kemanusiaan dan Perdamaian

   Keberagaman ini menurutnya harus dipelihara sebagai modal dasar untuk membangun tatanan sosial yang adil…

3 hours ago

13 Tahun Melayani Sebagai Sopir Justru Berakhir Tragis

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan kasus tersebut bermula ketika korban…

4 hours ago

Revitalisasi Penyidikan  29 Proyek Revitalisdasi  Unmus Terus Berjalan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Merauke masih terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam program revitalisasi Universitas…

4 hours ago

Seharian Duduk di Depan Laptop? Ini Risiko Kesehatan yang Perlu Kamu Tahu

“Sebentar lagi selesai.” Kalimat ini mungkin sering muncul saat sedang mengerjakan tugas atau mengejar deadline.…

5 hours ago

Elay Giban Resmi Jabat Sekda Definitif Papua Pegunungan

Usai melalui beberapa tahapan test yang dilakukan dari oleh pansel dan BKN, akhirnya Gubernur Papua…

5 hours ago

Bahasa Inggris Ciri Utama Pembelajaran Termasuk Bercerita dan Interaksi dengan Lingkungan

Selama ratusan bahkan ribuan tahun, bumi dan laut telah menghidupi miliaran manusia.  Lebih dari 17…

6 hours ago