Categories: FEATURES

Salah satu Mesin Rusak, Tunggu Anggaran Cair Baru Diperbaiki

Kondisi Kapal Wisata Youtefa yang Mangkrak di Pelabuhan Terminal Mesran

Untuk mendukung wisata bahari di Teluk Youtefa dan  perairan sekitar Jayapura, Pemkot Jayapura membeli kapal wisata yang bertulisan “Beautiful Jayapura”, atau sering disebut Kapal Wisata Youtefa. Tak lama beroperasi, kini kapal tersebut sudah cukup lama hanya sandar di pelabuhan di terminal Mesran Jayapura. Lantas apa masalahnya?

Laporan : Priyadi-Jayapura.

Rabu (9/2) siang kemarin, akses masuk ke dermaga apung Kapal Wisata Youtefa yang berada di Pelabuhan Terminal Mesran Jayapura terlihat ditutup dengan kayu secara melintang. Namun di dalam kapal, terlihat  ada petugas yang berjaga-jaga  supaya tidak ada pencuri atau dijadikan tempat mabuk. Petugas ini juga yang bertanggung jawab merawat dan memanasi mesin kapal.

  Untuk mengetahui lebih jelas kenapa kapal wisata youtefa tidak  dioperasionalkan lagi karena banyak pertanyaan dari masyarakat maka,  Cenderawasih Pos mencoba meminta keterangan langsung kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura Justin Sitorus, SH.,MH., melalui Plt. Kabid Laut Dishub Kota Jayapura  John Affar, untuk bisa menjelaskan masalah apa yang terjadi di kapal wisata Youtefa ini.

  Menurut John Affar, kapal wisata youtefa milik pemerintah Kota Jayapura  ini memang  ditangani oleh Dinas Perhubungan Kota Jayapura. Saat ini tidak beroperasi, karena mengalami kendala salah satu mesinnya rusak dan harus diperbaiki supaya bisa beroperasi kembali.

   Selain salah satu mesinnya rusak ada juga kapsul, yang didalamnya ada penyimpanan makanan, pelampung penumpang juga harus diganti, karena masa kadaluarsanya sudah habis. Selain itu, kapal juga harus dilakukan perpanjangan izinnya ke pihak KSOP untuk bisa beroperasi kembali.

   Beberapa hal inilah yang menjadi kendala kenapa kapal belum bisa beroperasi. John juga mengakui, Dinas Perhubungan Kota Jayapura telah mengajukan dana dalam melakukan perbaikan dan perpanjangan izin tinggal menunggu dananya kapan keluar, maka semua kendala itu bisa diselesaikan.

  Menurutnya, kehadiran Kapal Wisata Youtefa bisa menjadi salah satu icon Kota Jayapura dalam mengelilingi teluk youtefa dan melihat jembatan youtefa, namun sayangnya adanya pandemi Covid-19 membuat wisata sepi.

  Dimana setelah kapal diresmikan pada tahun 2019, mengalami kendala dalam operasional karena tidak bisa menerima penumpang dengan jumlah banyak, sementara biaya bahan bakar maupun operasional juga tinggi.

   Selama ini yang menjadi pelanggan kapal wisata ini  kebanyakan dari perusahaan atau kantor BUMN seperti perbankan yang digunakan untuk rapat atau berkeliling dengan cara dicarter.

“Saat ini, kita masih menunggu anggaran dari Pemkot, supaya kerusakan di salah satu mesin bisa kita perbaiki, termasuk lainnya dan jika sudah diperbaiki saya yakin bisa dioperasionalkan kembali,”katanya, Rabu (9/2)kemarin.

   Diakui, memang saat ini akses ke dermaga apung kapal ditutup dengan kayu. Hal ini supaya tidak ada orang masuk untuk dijadikan tempat Miras atau mencuri di dalam kapal, sehingga ada penjaga yang setiap hari menjaga di dalam kapal dan bertugas menyalakan mesin setiap minggu bisa 3 kali dihidupkan mesinnya.

   John juga menjelaskan, kapasitas penumpang kapal Youtefa sebanyak 80 orang dengan fasilitas di dalam ada mini bar, tempat karaoke ruangan ber-AC, papan luncur ke laut dan lainnya,  kapal yang memiliki ukuran panjang 17,50 meter dam lebar 6,5 meter dengan dua mesin Jhonson berbahan bakar pertalite.

Dan yang menggunakan kapal wisata Youtefa adalah masyarakat umum, baik perorangan, instansi pemerintah, swasta, dan BUMN. Namun kebanyakan dari instansi dan BUMN.

   Kapal wisata youtefa sebenarnya sudah tiba di Kota Jayapura pada 11 Januari 2017. Kapal dibeli Pemkot Jayapura lebih Rp 4 miliar dan tidak sampai Rp 5 miliar. Namun kapal yang terbuat dari fiberglass ini baru bisa dioperasikan pada Desember 2019 karena terkendala administrasi, seperti izin docking dan izin operasional dari KSOP.

  Tarif sekali jalan Rp 50 ribu untuk dewasa dan Rp 25 ribu untuk anak-anak. Itu untuk rute dari Terminal Mesran-Terminal Youtefa, PP. Untuk rute Terminal Mesran-Holtekamp, ​​PP tarifnya Rp 80 ribu untuk dewasa dan anak-anak Rp50 ribu. Tarif untuk rute Terminal Mesran-Pasir 2, PP untuk dewasa Rp 50 ribu dan anak-anak Rp 25 ribu.

  Kapal wisata youtefa juga melayani perjalanan privat bersama keluarga, instansi pemerintah dan BUMN, dengan harga sewa Rp 8 juta sehari.

  Sementara itu, Syawal salah satu warga Entrop mengatakan, Pemkot Jayapura memiliki kapal wisata youtefa sejatinya sangat bagus karena Kota Jayapura memiliki keindahan laut yang luar biasa ada teluk youtefa jadi wisatawan lokal, nasional atau mancanegara bisa melihat keindahan laut teluk youtefa dan jembatan youtefa. Namun sayang kapal belum operasional secara maksimal terus alami kendala mulai kerusakan mesin dan lain-lain.

   Oleh karena itu, ia mengusulkan kapal wisata Youtefa bisa dikelola pihak ketiga, Pemkot tinggal dapat keuntungan di dalamnya jadi sewaktu waktu ada kerusakan Pemkot tidak lagi pusing menganggarkan apalagi tidak ada anggaran tentu kapal mangkrak.

Dan jika dikelola oleh pihak ketiga tentu juga diperhitungkan juga deposite yang diberikan kepada pihak ketiga tidak perlu besar-besar karena untuk usaha wisata seperti ini membutuhkan waktu lama untuk kembali modal atua mendapat untung. (*/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: BOKS

Recent Posts

Laga Pamungkas

Nah sebagai tim tanpa beban ini justru kadang menjadi ancaman bagi kubu tuan rumah karena…

1 day ago

Longsor Susulan di Tembagapura, Dua Honai Hanyut

Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…

2 days ago

Dekai Menghangat, Dua Warga Jadi Sasaran Tembak

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…

2 days ago

Depapre Jadi Basis Perikanan Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…

2 days ago

Pusara Demo Bukan di Papua Harusnya Aksi Menyesuaikan Lokasi

"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…

2 days ago

Cuaca Ekstrem Membayangi Sejumlah Wilayah di Papua

Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…

2 days ago