Semoga dengan dinamika ini, kita bisa memetik pembelajaran. Bahwa manajemen tim adalah soal bagaimana meracik harmoni di antara banyak kepala. “Anak bandel” sekalipun, bila ditempatkan di posisi yang tepat dan dipimpin dengan pendekatan yang pas, bisa mendadak menjadi pahlawan di lapangan. Sebaliknya, sekelas bintang dunia pun bisa mati gaya kalau suasana timnya penuh cekcok.
Mari kita akhiri dengan sebuah pengingat: Sepakbola bukan cuma permainan 11 orang melawan 11 orang. Ia adalah cermin kepribadian kolektif, wadah suporter, representasi kebanggaan bangsa. Kita boleh bersilang pendapat soal siapa yang pantas jadi pelatih, tapi jangan pernah padamkan semangat dan dukungan untuk Timnas Indonesia. Karena sejatinya, sepakbola adalah kita.
Tetap semangat dan terus dukung Timnas. Horas!
Hinca Panjaitan Adalah mantan Plt Ketua Umum PSSI, kini Anggota DPR Komisi III DPR RI. (*)
Meski secara umum BPK menyimpulkan bahwa pengelolaan belanja daerah Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten…
"Walhi juga menemukan citra satelite penambangan emas ilegal yang semakin masif ditunjukan dengan banyaknya warna…
Rendy menjelaskan, audiensi tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti kerja sama antara PMI, rumah sakit, dan BPJS,…
Penyerahan tersangka berinisial AH beserta barang bukti dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21…
Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga menemukan seorang ibu hamil berinisial BS, 29, yang tinggal di…
Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut diserahkan kepada Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda dan Ketua DPRK…