Semoga dengan dinamika ini, kita bisa memetik pembelajaran. Bahwa manajemen tim adalah soal bagaimana meracik harmoni di antara banyak kepala. “Anak bandel” sekalipun, bila ditempatkan di posisi yang tepat dan dipimpin dengan pendekatan yang pas, bisa mendadak menjadi pahlawan di lapangan. Sebaliknya, sekelas bintang dunia pun bisa mati gaya kalau suasana timnya penuh cekcok.
Mari kita akhiri dengan sebuah pengingat: Sepakbola bukan cuma permainan 11 orang melawan 11 orang. Ia adalah cermin kepribadian kolektif, wadah suporter, representasi kebanggaan bangsa. Kita boleh bersilang pendapat soal siapa yang pantas jadi pelatih, tapi jangan pernah padamkan semangat dan dukungan untuk Timnas Indonesia. Karena sejatinya, sepakbola adalah kita.
Tetap semangat dan terus dukung Timnas. Horas!
Hinca Panjaitan Adalah mantan Plt Ketua Umum PSSI, kini Anggota DPR Komisi III DPR RI. (*)
Deli menilai, perpanjangan masa tanggap darurat perlu diikuti dengan langkah konkret pemerintah, terutama untuk…
Menurutnya, terdapat delapan ruangan tribun yang saat ini digunakan untuk menampung para korban kebakaran.…
Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…
Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…
Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…