Categories: FEATURES

Masyarakatnya Ramah, Minta Warisan Leluhur Seni dan Budaya Tetap Dijaga

Tradisi melukis dalam kebudayaan Sentani sendiri tidak hanya diterapkan pada tubuh. Masyarakat juga menuangkan berbagai bentuk seni pada sejumlah benda dan perlengkapan kehidupan sehari-hari, seperti kulit kayu, tiang rumah, perahu, tifa hingga peralatan makan.

Melalui Pesta Rakyat Masyarakat Adat Yobeh, tradisi Enahuu yang mulai langka tersebut kembali ditampilkan dengan pendekatan tradisional. Kehadiran wisatawan diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga membuka ruang pembelajaran mengenai nilai-nilai budaya masyarakat Sentani.

Suzan salah satu wiswan dari negara Inggris saya ditemui Cenderawasih Pos di Kampung Yobeh juga mengaku sangat senang dan menikmati kunjungannya di Kampung Yobeh, karena bisa melihat seni , budaya dan kuliner yang ditampilkan termasuk ia juga bisa ikut menari dengan masyarakat kampung, melihat secara langsung pembuatan gerabah, membeli souvenir dan lainnya.

“Saya sangat senang dan nyaman karena masyarakat menyambut saya dengan baik, kita diajak menari, melihat seni dan budaya mereka, sungguh ini pengalaman luar biasa saya di Papua,”ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Kualalube salah satu kru yang bekerja di kapal pesiar ia ikut bersama Wisman dalam berkunjung di Kampung Yobeh. Dalam kesempatan itu ia mengaku sangat senang dan bahagia karena bisa melihat langsung seni dan budaya yang ada di Kampung Yobeh masyarakatnya ramah ramah, budaya dan seninya unik masih terjaga dengan baik dan keindahan danau Sentani juga menjadi daya tarik tersendiri.

“Saya sangat senang ini menjadi pengalaman menarik pertama saya, sungguh masyarakatnya ramah dan baik, saya senang datang ke sini, semoga jika masih ada waktu dan kesempatan nanti saya bisa berkunjung lagi,”jelasnya

Bagi wisatawan, atraksi Enahuu menjadi kesempatan untuk menyaksikan langsung proses pembuatan tato tradisional sekaligus memahami cerita di balik setiap motif yang digunakan.

Lebih dari sekadar atraksi wisata, pengenalan Enahuu juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya. Pengetahuan mengenai makna motif, proses pembuatan hingga nilai filosofisnya perlu terus diwariskan agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

​BPS: Angka Kemiskinan Naik Signifikan

    Kenaikan grafik kemiskinan tersebut tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan Jayapura, melainkan menggambarkan…

12 hours ago

Status Ekonomi Bukan Berdasar Pendapatan Tunai

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jayapura juga meluruskan anggapan umum mengenai penetapan kategori Desil dalam…

13 hours ago

Bupati Keerom Salurkan Hibah kepada Yapis

Bantuan tersebut sebagai bentuk komitmen nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan…

14 hours ago

Izin Pembangunan SPBU di Papua Harusnya Dipermudah

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Papua berharap pemerintah daerah terus mempermudah…

15 hours ago

Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

16 hours ago

Pemkot Siapkan Usulan Bantuan Rumah ke Kementerian

   Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., mengatakan pendataan tersebut dilakukan melalui Dinas…

17 hours ago