Mengenai maraknya aksi demonstrasi di Jayapura, Kompol Numbery menekankan pentingnya menghargai hak warga dalam menyampaikan pendapat, untuk tetap berada dalam koridor hukum.
Setiap orang memiliki kebebasan menyampaikan pendapat, tetapi kebebasan tersebut tidak bersifat mutlak. Harus jg memperhatikan batasan hukum, etika, norma sosial, serta hak orang lain,” jelasnya.
Di tengah keterbatasan, Kompol Numbery menyimpan optimisme besar. Ia ingin kehadirannya di Polresta Jayapura bukan hanya sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi ketertiban dan pembangunan Papua.
“Saya berharap masyarakat dan semua stakeholder bisa sama-sama menjaga Kamtibmas. Kalau situasi aman, pembangunan bisa berjalan, dan Papua akan maju,” pungkasnya.
Kompol Numbery bukan hanya pulang ke Papua sebagai aparat. Ia pulang sebagai anak negeri yang ingin melihat tanah kelahirannya berdiri sejajar dengan daerah lain di Indonesia. Dengan pengalaman panjang dan hati yang peduli, ia menapaki setiap langkahnya sebagai bagian dari perjalanan panjang Papua menuju perubahan. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…
Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…
Natirmalus menjelaskan, pada Bidang Bina Marga realisasi fisik telah mencapai 68,63 persen, sedangkan realisasi…
Kegiatan yang melibatkan personel gabungan dari DLHK, Polsek Jayapura Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja…
DPR Papua memberi deadline atau batas waktu selama satu pekan kepada PT Pertamina Patra Niaga…
Bunda PAUD Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jayapura, Balai…