“Ada beberapa penyebab hingga masjidnya dibongkar, semua tak terlepas dari banyaknya animo masyarakat yang membutuhkan tingkat lanjutan sekolah,” ucapnya. Menurut Syaiful, kendati posisi masjid dipindahkan ke lantai tiga dari posisi awalnya. Namun tak merubah sepenuhnya keaslian dari Masjid Jami seperti pertama kali dibangun.
“Yang tidak berubah dari masjid ini adalah kubahnya yang tetap berdiri kokoh, juga ada beberapa kayu bawaan sebelumnya termasuk bentuk plafonnya,” ungkapnya. Tak hanya itu, letak podium tempat imam pun tak berubah di masjid yang kini berukuran 8 kali 15 meter itu. Dengan beberapa jendela di setiap sudutnya.“Sedari kecil bentuk podium imamnya sudah seperti itu, tidak ada perubahan,” tutupnya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyebutkan baru saja dilakukan penyaluran bantuan dari pemerintah…
Kapolres menjelaskan bahwa kasus itu berawal saat korban dibonceng oleh pamannya dengan menggunakan sepeda motor. …
Enam gubernur serta 42 bupati dan wali kota dari seluruh penjuru Tanah Papua berkumpul di…
Polres Mimika memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu senilai Rp1,05 miliar di Mapolres Mimika, Mile…
Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengaku permintaan penambahan pasukan dari Polda Papua ini bukan tanpa alasan.…
Langkah ini diambil bukan sebagai upaya menciptakan benturan antarpihak, melainkan sebagai tekanan moral dan sosial…