Categories: FEATURES

4 Anak dan 10 Cucu pun Ramai-Ramai Mengantar

Kebahagiaan 330 Pasangan yang Ikuti Isbat Nikah Massal

Resepsi sidang isbat nikah massal dihelat Pemkot Surabaya secara akbar, termasuk dengan kuade bekas artis, agar semua pasangan bisa merasakan duduk di pelaminan. Bentuk edukasi ke masyarakat agar status pernikahan bisa tercatat di hukum negara.   

WAHYU ZANUAR BUSTOMI, Surabaya

DARI kursi roda, Busahir dan Patma tak henti-hentinya tersenyum. Maklum, ’’pengantin baru”.

’’Seneng, dulu ya pasti tidak seramai ini,” kata Patma.

Kakek dan nenek berusia 72 serta 64 tahun itu memang ’’menikah lagi”. Bagian dari 330 pasangan yang mengikuti resepsi akbar isbat nikah massal yang dihelat Pemerintah Kota Surabaya kemarin (2/7).    

   Menikah lagi perlu diberi tanda kutip karena pernikahan pertama Busahir dan Patma pada 49 tahun lalu baru secara agama. ’’Saya tahunya nikah secara agama saja. Akhirnya ikut program sidang isbat nikah setelah diberi tahu anak,” kata Busahir.

   Dari pernikahan secara agama hampir setengah abad silam itu, Busahir dan Patma dianugerahi 4 anak serta 10 cucu. Dan, semua anak serta cucu pasangan tersebut ikut mengantarkan Busahir-Patma ke acara yang dihelat dengan konsep garden party alias pesta kebun tersebut.

   Resepsi sidang isbat akbar bagi ratusan pasangan yang semuanya warga Surabaya itu memang selayaknya pesta rakyat. Keluarga dan tetangga ikut mengiringi. Ada empat pasangan lain yang sama lanjut usianya seperti Busahir-Patma yang juga diantar anak-cucu.

   Diiringi drum band dan musik patrol, 330 pasangan diarak dari Balai Pemuda ke Balai Kota Surabaya yang berjarak sekitar 800 meter. Karpet merah sepanjang sekitar 30 meter ikut menyambut.

  Tak seperti tahun lalu yang berlangsung di dalam gedung, tahun ini khalayak umum pun bisa menyaksikan rangkaian prosesi. Termasuk saat prosesi pisang sanggan manten oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

   Eri menyebut sidang isbat nikah itu merupakan cara menertibkan warga Surabaya dalam urusan pernikahan. Dengan begitu, perkawinan mereka tercatat secara hukum negara. Selain itu, program yang dihelat bekerja sama dengan Kementerian Agama, pengadilan agama, serta paguyuban make-up artist serta event organizer tersebut dilaksanakan sebagai bentuk edukasi ke masyarakat.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Tiap Kampung Adat Punya Ciri Khas, Tidak Bisa Dijual Sembarangan

Sesekali, ketika lelah menyapa, beberapa mama berdiri, menggoyangkan tubuh mengikuti irama musik, tawa pecah seketika.…

3 hours ago

Kantor Dipalang, Pelayanan Dialihkan ke Rumah Pribadi

Kantor Distrik Sentani kembali dipalang oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan, Kamis (23/4). Aksi…

5 hours ago

Berharap Ada Anak Selatan Papua Masuk Pembinaan Timnas Futsal

Seleksi dilakukan langsung Pelatih Kepala Timnas Futsal Putra Indonesia Hector Souto. Pelatih asal Spayol ini…

6 hours ago

BBPJN Tangani Longsor di Ruas Jalan Trans Papua Segmen Yetti-Mamberamo

Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Balai Jalan (PJN) Wilayah II pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional…

7 hours ago

KONI Audiens denan Gubernur Papsel Bahas Persiapan Pra-PON

Audiensi tersebut untuk membahas persiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) sekaligus menyampaikan laporan persiapan…

8 hours ago

Respon Cepost Polres Jayapura Bongkar Pemalangan

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Jayapura Iptu Slamet…

9 hours ago