

Tiga warga saat mengunjungi lokasi telaga di Distrik Muaratami belum lama ini. (Humas Dispar Kota)
Melihat Keberadaan Telaga Laki-laki dan Telaga Perempuan yang Tersembunyi di Distrik Muaratami
Jayapura tak hanya miliki pantai yang menarik, hutan bakau yang eksotik dan juga jembatan merah yang fenomenal. Ada lagi sebuah telaga di Distrik Muara Tami. Belum tersentuh, menyimpan misteri dan ternyata lokasinya tak jauh.
Laporan : Mustakim Ali_Jayapura
Kota Jayapura ternyata menyimpan banyak pesona alam yang belum sepenuhnya terekspos. Siapa sangka dibalik tingginya peohonan dalam belantara kawasan Muara Tami, ternyata ada telaga yang bisa dibilang belum banyak diketahui.
Telaga tersebut biasa disebut Telaga Laki-Laki dan Telaga Perempuan. Dua telaga ini berada di wilayah Kampung Skouw Yambe dan Koya Tengah, berdampingan dengan jalur utama menuju perbatasan RI-PNG.
Potensinya menjadikannya destinasi wisata baru yang menjanjikan. Dari kejauhan, bentangan air tenang yang dikelilingi pepohonan hijau menciptakan panorama alam yang memukau. Udara sejuk, suasana alami yang masih asri, serta nuansa pedesaan yang kental membuat kedua telaga ini seolah menjadi oase bagi masyarakat perkotaan yang ingin melepas penat.
“Kalau datang ke sini, rasanya seperti menemukan permata tersembunyi.
Pemandangannya sederhana, tapi indah sekali, apalagi kalau sore hari,” ujar Mikael salah seorang warga Koya Tengah kepada Cenderawasih Pos. Mikael mengaku sudah beberapa kali ke lokasi telaga ini. Kehadiran dua telaga ini akhirnya menambah daftar panjang potensi wisata alam di Kota Jayapura.
Letaknya yang tidak terlalu jauh dari ruas jalan utama membuat akses menuju lokasi relatif mudah dijangkau, baik dari arah Skouw Yambe, Koya Tengah, maupun jalur perbatasan. Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, mengatakan bahwa Telaga Laki-Laki dan Telaga Perempuan sudah masuk dalam perencanaan pengembangan pariwisata Kota Jayapura, khususnya di Distrik Muaratami.
Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…
Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…
Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…
Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…
Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…
Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…