Categories: FEATURES

Tradisi Anyam Papua Terancam Hilang Akibat Bahan Baku yang Semakin Sulit

Fenomena ini memperlihatkan betapa erat dan tak terpisahkannya hubungan antara kelestarian alam dan keberlangsungan budaya di Papua. Benda-benda budaya material bukanlah sekadar objek fisik, melainkan manifestasi dari pengetahuan lokal masyarakat adat dalam mengelola alam secara bijaksana.

Menghadapi situasi pelik ini, Museum Loka Budaya Uncen mengambil langkah berani dengan menempuh jalur repatriasi, yaitu memulangkan artefak-artefak Papua yang berada di luar negeri sebagai rujukan ilmiah untuk merekonstruksi kembali kebudayaan lokal yang hampir punah.

​”Repatriasi ini secara internal dan eksternal. Secara eksternal bukan hanya berfungsi buat masyarakat adat karena kekayaan kebudayaan dan simbol identitas mereka dikembalikan, tapi juga untuk kita di museum menambah jumlah koleksi. Dan kenapa saya mengambil langkah untuk mengambil barang-barang di sana? Fungsinya juga adalah untuk rekonstruksi, buat ulang, replika,” tegas Enrico.

​Enrico menegaskan bahwa upaya menyelamatkan kebudayaan Papua tidak bisa hanya dilakukan di dalam ruang-ruang pameran museum. Penyelamatan kebudayaan material harus berjalan beriringan dengan kebijakan perlindungan hutan adat dan pemulihan ekosistem.

Tanpa adanya tindakan nyata untuk menghentikan penebangan hutan yang ugal-ugalan, mahakarya anyaman otentik Papua terancam benar-benar lenyap dari tangan pembuat aslinya dan hanya tersisa sebagai kenangan di etalase museum.

Krisis ini menjadi bukti nyata bahwa penyelamatan kebudayaan Papua tidak bisa dilepaskan dari upaya konservasi lingkungan. Menjaga kebudayaan material tidak cukup hanya dengan membangun museum yang megah atau menggelar festival budaya tahunan, tetapi harus dimulai dari menjaga hutan tempat kebudayaan itu lahir.

​Tanpa adanya perlindungan tegas terhadap kawasan hutan adat dan pemulihan vegetasi lokal di sekitar Jayapura, noken anggrek dan anyaman serat kayu asli terancam bernasib sama dengan artefak kuno lainnya benar-benar lenyap dari kehidupan masyarakat dan hanya menyisakan cerita bisu di balik kaca pameran museum. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Pasca Kebakaran, Pemukiman Mandala Akan Ditata Ulang

  Ketua Komisi D DPRK Kota Jayapura, Deli L. Watak, menegaskan penanganan pascakebakaran tidak boleh…

22 hours ago

Mantan Bendahara SMAN 4 Jayapura Divonis 6 Tahun Penjara

   Majelis Hakim PN Jayapura menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana…

23 hours ago

Dua Pelaku Curanmor Dibekuk, Polisi Buru Penadahnya

Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Alamsyah Ali mengungkapkan, kasus tersebut bermula dari laporan kehilangan…

24 hours ago

Kejuaraan Bola Volly  Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

Kejuaraan bola volley ini  mendapat antusiasme dari para pelajar. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten…

1 day ago

PTAMJ Matikan Sementara Aliran Air di Lokasi Kebakaran

PT Air Minum Jayapura (PTAMJ) mematikan sementara aliran air ke wilayah terdampak kebakaran di Kompleks…

1 day ago

Dikepung Tim Gabungan, Empat Anggota KKB Yahukimo Tewas

Jadi aparat mendatangi lokasi setelah memperoleh informasi hasil penyidikan mengenai rencana berkumpulnya kelompok Batalyon Eden…

1 day ago