Salah satu Mentor Sekolah Belajar Menulis Jurnalis, Albert Yomo menjelaskan pihaknya merasa cukup terbantu dengan hadirnya Pondok Kopi Acem.
“Kami hadir disini, awalnya karena tuntutan pembayaran Wifi yang tidak mampu dibayar oleh para mahasiswa yang belajar menulis di Sekolah Belajar Menulis Jurnalis yang kita kembangkan,” terangnya.
Kebetulan salah satu Mentor Sekolah Belajar Menulis Jurnalis yaitu Kakak. Gusti Tanati adalah anggota Reggae Papua, sehingga beliau mengusulkan untuk ikut membuka lapak usaha, guna membantu mahasiswa dalam hal belajar menulis.
“Khusus di Pondok Kopi Acem ini, kami mempekerjakan seluruh anggota belajar kami,yang sistem kerjanya bergantian disesuaikan dengan waktu kuliah, bahkan pondok tersebut juga dijadikan sebagai tempat belajar bagi adik-adik mahasiswa yang ingin belajar menulis,” terangnya.
Harga jualan yang disediakan juga sangat terjangkau, Kopi dimula dari Rp 5 ribu hingga Rp 25 ribu, sementara untuk jualan lainnya seperti sagu bakar, Rp 25 ribu/porsi, roti bakar Rp 20 ribu/porsi, jagung bakar Rp 5 ribu/buah.
Bagi pelajar dan mahasiswa,tempat ini cocok untuk bersantai, karena menu yang ditawarkan cukup bersahabat dikantong. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pemberlakukan QRIS untuk pembayaran retribusi parkir dari masyarakat ke juru parkir memang sudah mulai diterapkan…
Kepolisian Sektor Kuala Kencana yang menerima laporan tersebut langsung menuju ke lokasi dan melakukan olah…
Menurut Fakhiri, pihaknya juga, mengingatkan kepada Pemerintah kabupaten dan kota agar menindaklanjuti penetapan UMP ini…
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki mengatakan, ritual pembakaran mayat ini diambil oleh Pemerintah Kabupaten…
Langkah ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada warga sekaligus mengantisipasi dampak yang mungkin timbul akibat…
Menurut Wagub Ones, untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas di Papua Pegunungan…