Salah satu Mentor Sekolah Belajar Menulis Jurnalis, Albert Yomo menjelaskan pihaknya merasa cukup terbantu dengan hadirnya Pondok Kopi Acem.
“Kami hadir disini, awalnya karena tuntutan pembayaran Wifi yang tidak mampu dibayar oleh para mahasiswa yang belajar menulis di Sekolah Belajar Menulis Jurnalis yang kita kembangkan,” terangnya.
Kebetulan salah satu Mentor Sekolah Belajar Menulis Jurnalis yaitu Kakak. Gusti Tanati adalah anggota Reggae Papua, sehingga beliau mengusulkan untuk ikut membuka lapak usaha, guna membantu mahasiswa dalam hal belajar menulis.
“Khusus di Pondok Kopi Acem ini, kami mempekerjakan seluruh anggota belajar kami,yang sistem kerjanya bergantian disesuaikan dengan waktu kuliah, bahkan pondok tersebut juga dijadikan sebagai tempat belajar bagi adik-adik mahasiswa yang ingin belajar menulis,” terangnya.
Harga jualan yang disediakan juga sangat terjangkau, Kopi dimula dari Rp 5 ribu hingga Rp 25 ribu, sementara untuk jualan lainnya seperti sagu bakar, Rp 25 ribu/porsi, roti bakar Rp 20 ribu/porsi, jagung bakar Rp 5 ribu/buah.
Bagi pelajar dan mahasiswa,tempat ini cocok untuk bersantai, karena menu yang ditawarkan cukup bersahabat dikantong. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…
Hingga 21 Juli 2026, realisasi penerimaan retribusi sampah rumah tangga di Kota Jayapura baru…
Pihak keluarga mendesak untuk segera disampaikan karena pihak keluarga tidak menerima jika tindakan TPNPB OPM…
Konsep pasar terapung yang memanfaatkan perahu-perahu sebagai lapak jualan menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pasar…