Categories: EKONOMI BISNIS

Permintaan Petasan dan Kembang Api Masih Sepi

Seorang penjual petasan dan kembang api di Sentani, Senin (28/12) kemarin. (Foto:Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Menyambut akhir tahun, penjual petasan mulai marak baik dari Abepura, Sentani dan sekitarnya. Hanya saja untuk permintaan masih sepi. Tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.
Penanggung Jawab Distributor Petasan di Kab. Jayapura, Ben mengatakan, sampai dengan saat ini aktivitas jual beli petasan masih sepi.
“Sampai dengan saat ini permintaan konsumen lebih banyak mencari petasan untuk anak-anak, yang harganya mulai dari Rp.10 ribu – Rp 50 ribu, sementara untuk petasan yang harganya di atas Rp 100 ribu – Rp 10 jutaan biasanya ramai dibeli pada saat malam pergantian tahun,”ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (28/12) kemarin.
Lanjutnya, untuk saat ini pihaknya lebih banyak layani permintaan grosir yang untuk dijual kembali.
Selain itu, Ahmmad penjual petasan di depan Onix Abepura menjelaskan, pihaknya mulai berjualan petasan sejak 20 Desember 2020, meski sedikit terlambat namun pihaknya sudah sangat siap melayani permintaan masyarakat.
“Kami menyediakan berbagai petasan dan kembang api. Permintaan petasan memang masih sepi, namun kami prediksiH-2 jelang tahun baru, permintaan petasan pasti meningkat,” tandasnya.
Petasan yang disediakannya mulai dari bola-bola 5 hingga bola-bola 10, air mancur, roda gila, petasan korek, kembang api dan sebagainya. (ana/ary)

newsportal

Recent Posts

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

56 minutes ago

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

2 hours ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

14 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

22 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

23 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

1 day ago