Categories: EKONOMI BISNIS

Stok Terbatas, Harga Sayuran Naik

Aktivitas jual beli di Pasar Sentral Hamadi, Rabu (27/3). Seorang penjual komoditas pertanian sedang melayani pembeli, Rabu (27/3) kemarin.Yohana/Cepos

JAYAPURA – Pasca banjir yang melanda Kabupaten Keerom, harga sayuran naik Rp 2 ribu/ikat karena ladang petani banyak yang kebanjiran, sehingga stok sayuran terbatas.

 Seorang penjual sayuran di Pasar Sentral Hamadi, Muslika mengatakan, pihaknya sudah hampir 5 hari kesulitan memperoleh stok sayuran, terutama sayur sawi, kangkung cabut, timun, bayam dan sebagainya.

“Rata-rata harga yang kami jual mengalami kenaikan dari Rp 5 ribu/ikat menjadi Rp Rp 7 ribu/ikat. Kenaikan dikarenakan banyak petani sayuran yang gagal panen dan rusak akibat banjir yang melanda Kabupaten Keerom,’’ungkapnya.

 Lanjutnya, meski harga sayuran mengalami kenaikan, namun pengaruh banjir tersebut tidak mempengaruhi harga komoditas pertanian lainnya seperti cabai rawit, cabai merah besar, cabai kering dan tomat.

 “Harga kelompok bumbu dapur masih sangat terkendali, bahkan mengalami penurunan harga, karena stok melimpah. Untuk cabai rawit dari Rp 100 ribu/kg turun menjadi Rp 80 ribu/kg, cabai merah besar Rp 60 ribu/kg turun menjadi Rp 50 ribu, cabai keriting Rp 60 ribu/kg turun menjadi Rp 50 ribu/kg dan tomat Rp 16 ribu/kg turun menjadi Rp 10 ribu/kg,” terangnya.

 Diakuinya penurunan harga tersebut sudah terjadi sejak 5 hari terakhir ini pasca banjir di Koya, stok komoditi pertanian ini pihaknya peroleh langsung dari Arso dan sekitarnya, kecuali bawang merah dan bawang putih pihaknya datangkan dari Surabaya. Harganya pun mengalami kenaikan dari Rp 45 ribu/ kg untuk bawang merah, naik menjadi Rp 50 ribu/kg dan bawang putih Rp 40 ribu/kg naik menjadi Rp 45 ribu/kg.

 Sementara itu, Wati salah satu penjual komoditas pertanian di Pasar Youtefa mengakui bahwa pihaknya juga sudah 5 hari terakhir kesulitan mendapatkan sayur-sayuran dari Koya, pasca banjir, sehingga harga sayur di pasar rata-rata mengalami kenaikan dari Rp 5.000/ikat menjadi Rp 7.000 – Rp 8.000 per ikat.

“Stok sayuran seperti sawi, bayam dan kangkung cabut memang masih sulit didapat, tapi untuk harga lainnya masih stabil. Malah untuk cabai rawit dan tomat kami mengalami penurunan harga. Untuk cabai rawit Rp 100 ribu turun menjadi Rp 85 ribu, tomat dari Rp 18 ribu/kg turun menjadi Rp 10 ribu- Rp 12 ribu/kg, cabai besar Rp 65 ribu turun menjadi Rp 55 ribu, cabai keriting Rp 65 ribu turun menjadi Rp 55 ribu/kg,” terangnya. (ana/ary)

newsportal

Recent Posts

RD Akui Adhyaksa FC Lawan Kuat

Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka yang akan…

14 hours ago

Tak Terima Anggota Keluarganya Meninggal, Seorang Pria Dikeroyok Hingga Babak Belur

Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…

16 hours ago

Owen Sebut 3 Paslon Ketum PSSI Papua Figur Hebat

Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…

18 hours ago

Persipura Batasi Kuota Tiket Kontra Adhyaksa FC

Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…

19 hours ago

Ketum Ajak Merahkan Lagi Stadion Lukas Enembe

Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…

20 hours ago

PFA Cari Bakat 2026, Keliling Tanah Papua Bidik Talenta Sepak Bola Masa Depan Timika

Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…

21 hours ago