Categories: EKONOMI BISNIS

Impor Papua Turun 91,27 Persen

JAYAPURA – Impor Papua pada Juni 2024 tercatat senilai US$ 370,82 ribu atau turun 91,27 persen bila dibandingkan dengan impor pada Mei 2024 yang senilai US$4.248,66 ribu.

Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana H. Caroline menjelaskan, Nilai Impor Papua pada Juni 2024 tercatat senilai US$370,82 ribu yang semuanya merupakan impor nonmigas. Dibandingkan Mei 2024, nilai impor Papua mengalami penurunan sebesar 91,27 persen.

 “Total kumulatif impor Papua pada periode Januari- Juni 2024 senilai US$6.176,49 ribu atau naik sebesar 95,83 persen bila dibandingkan total kumulatif impor pada periode Januari-Juni 2023 yang senilai US$3.153,98 ribu,”ujarnya kepada Cenderawasih Pos belum lama ini.

Diakuinya, pada Juni 2024, Impor Provinsi Papua berupa barang dari golongan mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS84) yang senilai US$109,08 ribu, barang dari golongan kopi, teh dan rempah-rempah (HS09) senilai US$ 41,76 ribu.

Adapun barang dari golongan olahan dari daging, ikan, krustasea dan moluska (HS16) yang senilai US$ 0,46 ribu, barang dari golongan olahan dari tepung (HS19) senilai US$0,31 ribu, barang dari mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS85) senilai US$

3,19 ribu dan yang berasal dari golongan nonmigas lainnya senilai US$ 216,03 ribu.

“Secara kumulatif, total nilai impor nonmigas pada periode Januari-Juni 2024 senilai US$

5.414,49 atau mengalami peningkatan sebesar 71,67 persen dibandingkan dengan nilai kumulatif impor nonmigas pada periode Januari – Juni 2023 yang senilai US$ 3.153,98 ribu, ” jelasnya.

Terkait dengan impor negara tujuan, yakni dari tujuh negara utama pada Juni 2024 tercatat sebesar US$301,52 ribu atau naik sebesar 135,75 persen dibanding Mei 2024 sebesar US$127,90 ribu.

“Negara pemasok barang terbesar ke Papua pada Juni 2024 adalah Australia senilai US$204,62 ribu (55,18%), Taiwan senilai US$54,31 ribu (14,65%) dan Papua Nugini senilai US$42,60 ribu (11,49%), dan Jepang senilai US$40,09 ribu (10,81%),”ungkapnya.

Secara kumulatif, nilai impor dari tujuh negara utama pada Juni 2024 mengalami peningkatan sebesar 10,06 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dari neraca perdagangan Papua pada Juni 2024 mengalami surplus sebesar US$ 3.652,03 ribu. surplus terjadi karena nilai ekspor yang lebih besar dari pada impor, ”terangnya.

Diakuinya, nilai ekspor Papua pada Juni 2024 tercatat senilai US$4.022,85 ribu sedangkan nilai impor Papua pada Juni 2024 sebesar US$370,82 ribu.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Papua pada Juni 2024 mengalami surplus sebesar US$32.755,47 ribu, dimana nilai ekspor kumulatif Januari-Juni 2024 senilai US$38.931,96 ribu sedangkan nilai impor kumulatif Januari-Juni 2024 senilaiUS$6.176,49.(ana/ary)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Isu Penghentian Rekrutmen CPNS Diklarifikasi

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…

9 hours ago

Ikan Sapu-sapu “Serang” Danau Sentani?

Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…

10 hours ago

Papua Krisis Tenaga Laboratorium Medik

Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…

11 hours ago

Bertahun-tahun Tugas di Nusakambangan, Sempat Tegang Saat Tiba di Lapas Abepura

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…

12 hours ago

Wali Kota Kembali Tegaskan Larangan Pungli di Sekolah

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…

13 hours ago

Satgas Mafia BBM Selidiki Kasus Modifikasi Tangki BBM

Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…

14 hours ago