Categories: EKONOMI BISNIS

Pengiriman Barang Melalui JNE Kembali Normal

Sebagian  Besar Melalui Kapal Laut

JAYAPURA –Supervisor Branch Support JNE Jayapura, Faradilah Iriany Hamzah mengatakan, semenjak aktivitas pesawat penumpang mulai kembali normal, pihaknya masih mengalami kendala dalam hal pengiriman barang masuk dan keluar, jika sebelumnya dengan akses penerbangan bagi penumpang dihentikan sementara, angkutan cargo yang dilayani Batik dan Garuda bisa maksimal, namun setelah adanya kegiatan operasional bagi penumpang secara otomatis pengiriman barang menjadi terbatas.

Karyawan JNE saat memilah-milah barang kiriman sebelum dantarkan ke pemilik barang, Senin (20/7)  kemarin. (FOTO: Yohana/Cepos)

“Kami sebelumnya bisa kirim barang sekaligus dengan jumlah banyak, namun sekarang kapasitasnya harus dibagi dengan penumpang. Sementara aktivitas masyarakat sudah kembali normal dalam hal ini terkait kegiatan jual beli, belanja di online shop dan sebagainya, namun akses penerbangan belum benar-benar pulih seperti biasanya,” kata Fara kepada Cenderawasih Pos, Senin  (20/7) kemarin.

Diakuinya, pada minggu pertama adanya penerbangan untuk penumpang merupakan momen yang paling sulit, dengan posisi jumlah kiriman barang yang banyak dan dibatasi karena kegiatan operasional penumpang, pihaknya kewalahan melakukan pengiriman barang dari Jakarta, Surabaya dan Makasar untuk sampai ke Jayapura.

“Namun sekarang kegiatan mulai kembali normal, bahkan sebagian besar kiriman masuk menggunakan angkutan kapal laut, dimana para pengguna jasa juga sudah mengerti terkait kondisi saat ini, sehingga mulai mengalihkan kiriman barang menggunakan kapal laut, meski estimasi waktunya cukup lama namun dengan biaya yang sedikit murah dibandingkan menggunakan pesawat, sebagian besar barang yang sampai ke Jayapura dikirim menggunakan kapal laut,” jelasnya.

Lanjutnya, layanan pengantaran yang dilakukan juga masih stabil, sehari bisa 150 paket yang diantarakan langsung ke konsumen. Bahkan banyak juga yang memilih untuk mengambil langsung barangnya ke Kantor JNE.

“Saat ini kebanyakan barang masuk masih diominasi oleh APD dan juga alat rapid test yang dikirim dari Jakarta, dan kemudian kami lanjutkan ke daerah-daerah seperti Serui, Nabire dan beberapa daerah lainnya. Yang menjadi kendala kami untuk pelayanan ke daerah-daerah pada saat lockdown memang tidak ada akses sama sekali untuk kedaerah-daerah, namun saat ini sudah mulai ada akses dan pengiriman ke daerah-daerah juga sudah mulai lancar,” terangnya. (ana/ary)

newsportal

Recent Posts

Terduga Maling Ayam di Tabanan Tewas Dimassa Viral di Medsos

Amuk massa yang tak terkendali tidak hanya membuat KD meninggal dunia di lokasi kejadian akibat…

2 hours ago

Berawal dari Melihat Ortu Siswa Habiskan Waktu dengan Ngobrol

Perjalanan itu dimulai sekitar akhir 2015 hingga awal 2016. Saat itu, Mamik yang masih berprofesi…

3 hours ago

AS Hentikan Sementara Serangan ke Iran, Stok Amunisi Dilaporkan Sudah Menipis

Jeda operasi militer ini muncul ketika perang yang semula diperkirakan hanya berlangsung beberapa pekan justru…

4 hours ago

Resmi! Menpan RB Restui 9 Instansi Buka Rekrutmen CPNS 2026 via Sekolah Kedinasan

Regulasi ini mencabut Peraturan Menteri PANRB Nomor 20 Tahun 2021 yang dinilai sudah tidak sesuai…

5 hours ago

Pengelolaan Aset di DPRP Berpotensi Jadi Temuan

Hanya saja untuk mendapatkan data terkait ini pihak sekretariat nampaknya masih sulit memberikan penjelasan. Meski…

6 hours ago

Harta Terpidana Kasus Korupsi Dana Desa Lanny Jaya Masih Ditelusuri

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya Sunandar Pramono, SH, MH menyatakan masih ada terpidana lainnya yang aliran…

7 hours ago