

JAYAPURA – REI mengakui Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) yaitu simulasi pembiayaan KPR di luar dari FLPP, di mana pembiayaan tersebut mendapatkan bantuan dana dari Bank Dunia sebesar Rp 30 juta – Rp 40 juta.
Ketua DPD REI Papua Maria Nelly Suryani mengatakan penerapan BP2BT belum dapat ditetapkan di Papua Karena regulasinya belum dapat dipenuhi, dimana salah satu persyaratannya yakni diwajibkan pencairan BP2BT adalah wajib memiliki SLF (Sertifikat Laik Fungsi) dari instansi terkait. Sedangkan Indonesia dari kurang lebih 539 kabupaten yang milik SLF hanya 80-an. Untuk Papua hanya dimiliki Merauke.
“Meski demikian kami tetap kesulitan karena regulasinya masih tumpang tindih, di mana peraturan bupati masih di atas peraturan pemerintahan pusat, sehingga kami tidak bisa melaksanakan program tersebut hanya karena peraturan daerah tidak sinkron. Secara otomatis masyarakat berpenghasilan rendah di Papua dirugikan oleh berbagai peraturan daerah yang tidak mendukung, “ungkap Maria kepada Cenderawasih Pos, Senin (14/11).
Lanjutnya, untuk daerah lain yang tidak memiliki dan belum memiliki SLF sedang berpacu memiliki SLF tersebut, agar MBR bisa menikmati subsidi tersebut.
“Ini merupakan kerugian besar bagi para MBR. Selain terkendala SLF, persyaratan lainnya bagi BP2BT yaitu nasabah atau MBR harus memiliki tabungan di rekening 3 bulan terakhir, belum termasuk kegiatan pajak lainnya. Hal ini memang membutuhkan intervensi dari pemerintah daerah,” terangnya.
Diakuinya, pemerintah harus memiliki kewajiban tersendiri bagi MBR, agar para MBR dapat menikmati fasilitas yang sama dengan MBR dari daerah lainnya.(ana/ary)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura terus memperkuat…
Banyak anak muda akhirnya hanya membawa map lamaran dari satu kantor ke kantor lain tanpa…
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Bandara Sentani IPTU Wajedi, didampingi Kanit Binmas AIPTU…
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) menggelar tatap muka bersama para wajib pajak…
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…