Categories: EKONOMI BISNIS

Pandemi Covid-19,  Permintaan Produk Perikanan Minim

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw saat menunjukan ikan hasil tangkapan nelayan di Depapre beberapa waktu lalu. ( FOTO: Robert Mboik)

SENTANI- Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih melanda dunia, telah berdampak pada sejumlah sektor, termasuk sektor ekonomi masyarakat.

 Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jayapura, Rudi Abdiner Saragih mengatakan, akibat dari wabah tersebut, salah satu masalah yang dihadapi masyarakat saat ini adalah minimnya permintaan produk perikanan, yang berasal dari kabupaten Jayapura.

“Pemasaran keluar selama masa Covid-19 ini sangat berdampak pada ekonomi masyarakat. Hal ini disebabkan menurunnya secara drastis permintaan ikan dari luar,” kata Rudi Saragih ketika dikonfirmasi media ini ini kamis 11/2 lalu.

 Dia mengatakan,  jika sebelum terjadi pandemi Covid-19 , pemasaran produk perikanan yang berasal dari kabupaten Jayapura tanpa menemui kendala apapun. Namun saat ini masyarakat mengalami kerugian karena permintaan produk perikanan dari luar sangat turun drastis.

 “Jadi sebelum ada pandemi Covid,  pemasaran tidak ada kendala tetapi setelah Covid-19 sekarang sudah mengalami penurunan yang sangat drastis,” ujarnya.

 Dia mengatakan,  lesunya pasar luar terhadap permintaan ikan yang berasal dari kabupaten Jayapura belakangan ini telah berdampak pada jumlah  distribusi hasil perikanan tangkap. Kabupaten Jayapura sendiri mempunyai sejumlah produk-produk sektor perikanan yang dikelola langsung oleh kelompok masyarakat. 

 Ada sejumlah produk perikanan yang terkena imbas dari adanya pandemi Covid-19 di antaranya  ikan asar, abon ikan, kerupuk, ikan asin dan bakso ikan. 

 Dia mengatakan,  untuk mensiasati masalah itu, para pengelola sektor perikanan akan melayani setiap permintaan, setelah adanya pesanan dari konsumen.

 “Kalau dulu setiap minggu mereka rutin karena sudah ada yang pesan. Setelah adanya Covid- 19 itu pelanggan  tetap yang sebelumnya rutin mengambil produk-produk perikanan, akhirnya berhenti,” tandasnya.

 Menurutnya, jika dirata-rata permintaan produk perikanan ya berasal dari wilayah Kabupaten Jayapura berkurang mencapai 60%. Itu artinya yang masih aktif sampai saat ini hanya sekitar 40% . (roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

18 hours ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

19 hours ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

20 hours ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

21 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

21 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

22 hours ago