Categories: EKONOMI BISNIS

Dari 1832 Pekerja yang Dirumahkan,  Baru Sekitar 750 yang Dipanggil  Kembali Kerja

Djoni Naa ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA- Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura Djoni Naa mengatakan, adanya Virus Corona di Kota Jayapura hingga menyebabkan di Kota Jayapura dilakukan pembatasan aktivitas perekonomian di 2020, membuat sejumlah perusahaan dibidang jasa penginapan, penjualan makanan dan minuman di perhotelan, restoran, kafe, warung makan dan kafe sampai saat ini masih ada yang belum beroperasi, sehingga ada karyawan/pekerjanya yang belum dipanggil untuk kerja kembali.

   “Kami sudah lakukan pantauan di lapangan di bulan Januari 2021 ini masih ada perusahaan yang tutup atau gulung tikar akibat tidak ada lagi pemasukan,’’ujarnya kepada wartawan Cenderawasih Pos, Rabu (13/1).

Diakuinya, dampak pandemi Virus Corona sangat menguncang perekonomian karena mempengaruhi omzet pelaku  usaha, hingga menyebabkan beberapa tempat usaha merumahkan karyawannya.

“ Kita sudah lakukan pemantauan di lapangan di bulan Januari 2021 ini adanya pandemi Covid-19 menyebabkan di Kota Jayapura  ada 1832  pekerja yang dirumahkan dan yang dipanggil kembali bekerja sekira kurang lebih 750 orang. Memang ada karyawan yang belum dipanggil karena  ada perusahaan belum beroperasi karena mengalami penurunan pendapatan sehingga perusahaan belum bisa memanggil kembali pekerjanya,’’imbuhnya.

Dicontohkan,  untuk pekerja yang masih banyak dirumahkan seperti pekerja di perhotelan, restoran, rumah makan dan kafe, maupun dealer kendaraan.

Walaupun demikian, jika memang  pekerja tersebut tidak dipanggil dan perusahaan tidak menggunakannya lagi bisa dipanggil dan diberikan pesangon atau uang penghargaan sesuai kemampuan perusahaan.

“Jika memang karyawan tidak dipanggil karena bermasalah melakukan tindakan indisipliner maka tidak berhak menerima pesangon. Sedangkan, bagi pekerja yang dikeluarkan perusahaan tidak ada masalah jelas konsekuensinya karyawan itu terima pesangon, namun jika minta  pengunduran diri secara pribadi, mungkin yang dibayarkan perusahaan kepada dia itu hanya uang penghargaan atau terimakasih, sehingga karyawan itu bisa menerima haknya dan kerja di tempat yang baru yang ia inginkan.

“Kalau memang tidak dipanggil kerja sampai sekarang,  pekerja berhak menanyakan dan bisa melaporkan ke Disnaker Kota Jayapura supaya ada penjelasan dari perusahaan,’’tandasnya.(dil/ary)

newsportal

Recent Posts

Sandera yang Selamat Ternyata Sedang Hamil

Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…

6 hours ago

Konsep Dialog Kembali Didorong untuk Akhiri Konflik

Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…

7 hours ago

Disandera, Dipaksa Dukung OPM Lalu Dihabisi

Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…

8 hours ago

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

9 hours ago

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

10 hours ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

22 hours ago