

Masyarakat saat mengambil uang di ATM di salah satu pusat perbelajaan di Abepura, Jumat (3/6) (FOTO: Priyadi/Cepos)
JAYAPURA-Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Juli B. Winathya mengatakan, BI Papua mencatat peredaran uang tak layak dua tahun terakhir mengalami penurunan dengan rata-rata 20 persen dari aliran uang yang masuk kembali ke Bank Indonesia atau inflow.
“Pada tahun 2020, Uang Tak Layak Edar (UTLE) tercatat 24 persen, tahun 2021 tercatat 19 persen dan tahun 2022 hingga April tercatat 15 persen,”kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Juli Budi Winanthya, Jumat (3/6) kemarin.
Diakui, prosentase UTLE terus menurun lantaran masyarakat semakin sadar dalam menjaga dan merawat rupiah. Disamping itu, dengan gencarnya BI Papua dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat ini juga berpengaruh sekali untuk menyadarkan masyarakat dalam menjaga dan merawat mata uang rupiah yang digunakan dalam untuk transaksi.
Ditambahkan, sampai April tahun 2022, BI Papua sudah 16 kali melakukan kampanye tentang Cinta Bangga dan Paham atau CBP Rupiah kepada semua lapisan masyarakat, sehingga masyarakat semakin peduli akan pentingnya menjaga dan merawat rupiah.
“Kami menghimbau masyarakat agar dalam menjaga dan merawat rupiah menggunakan 5 Jangan, yaitu, Jangan dilipat, Jangan dibasahi, Jangan diremas, Jangan distaples dan Jangan dilubangi,”Pungkasnya.(dil/gin).
Tim yang diturunkan ke Wamena saat ini dari Menko Polhukam, BNPB, Danrem 172/ PWY, PLN…
Kepala BPS Jayawijaya Arther Purmiasa menyatakan Pada Bulan September 2026, terjadi inflasi sebesar 3,28 persen…
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel Adolof Andatu, Amd, Kep, SKM. ketika dikonfirmasi media ini…
Akibat kecelakaan tersebut, satu dari sembilan orang Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di atas…
Poster yang beredar luas di media sosial tersebut sempat memicu keresahan warga Timika. Narasi di…
Menurut Pangdam, jika tidak ada perubahan, peresmian akan dilakukan pada 5 Oktober mendatang. Khusus…