

Mama-mama Papua di Kampung Berap, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua menjajkan kuliner Swamening saat pentas kuliner di kawasan Kali Biru . (FOTO: HO-Humas Pemkab Jayapura)
JAYAPURA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Provinsi Papua mendorong kuliner Swamening atau Gedi Gulung yang merupakan makanan khas Lembah Grime Nawa di Papua, masuk ke dalam pasar modern.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura Jhon Wiklif Tegai dalam siaran pers yang diterima Antara di Jayapura, Senin, mengatakan salah satu kuliner tradisional di Lembah Grime Nawa yakni Udunagut atau sagu-pisang sebelumnya telah menembus pasar modern.
“Sehingga kalau kuliner Swamening semakin sering diangkat maka akan menambah wawasan bagi pedagang (Mama-mama Papua) untuk mengembangkan kuliner tradisional dalam menambah rasa dan itu bisa menembus pasar modern,” katanya
Kuliner Swamening telah diperkenalkan kepada masyarakat saat pentas kuliner Swamening di kawasan wisata Kali Biru, Kampung Berap, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura sejak 24-27 September 2022.
Dia menjelaskan dengan diadakan pentas kuliner tersebut pihaknya berharap Swamening dapat masuk ke pasar modern seperti Mall dan Supermarket.
“Bahkan kalau memungkinkan Swamening ini dapat menjadi salah satu makanan yang dapat ditawarkan di hotel dan restoran yang ada di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura,” ujarnya.
Sementara itu Manajemen Hotel Horison Sentani, Kabupaten Jayapura tertarik untuk menjadikan Kuliner Swamening atau Gedi Gulung sebagai salah satu menu tradisional andalan.
Sales Manajer Marketing Hotel Horison Horex Sentani Ety Laondy mengatakan pihaknya tertarik untuk memasukkan kuliner tradisional Swamening ke dalam menu restorant hotel karena makanan khas dari Lembah Grime Nawa tersebut cukup unik.
“Jadi ini perlu dikembangkan sebenarnya ini bagus di hotel karena di hotel banyak orang yang datang dan ingin merasakan sagu dan kolaborasi dengan campuran rasa,” katanya.
Dia mengungkapkan selain enak, kuliner tradisional tersebut dicampur daun gedi, sagu dan kelapa serta disiram sambal sehingga menambah cita rasa yang berbeda.
Dia menambahkan pihaknya berharap kuliner tradisional Swamening dapat dikembangkan oleh masyarakat lokal sehingga dapat memainkan perannya masuk kuliner modern dan disajikan di hotel-hotel serta restoran guna mengangkat budaya tradisional Papua.
Sementara itu salah satu pedagang mama Papua, Manggo sangat berharap kuliner Swamening harus masuk pasar modern supaya dapat mengangkat budaya orang Grime dan masyarakat di Kabupaten Jayapura umumnya.
“Swamening harus dapat dikolaborasikan dengan perkembangan kuliner modern agar penyajiannya lebih eksotis,” kata Jhon.(Antara)
Akibat kecelakaan tersebut, satu dari sembilan orang Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di atas…
Poster yang beredar luas di media sosial tersebut sempat memicu keresahan warga Timika. Narasi di…
Menurut Pangdam, jika tidak ada perubahan, peresmian akan dilakukan pada 5 Oktober mendatang. Khusus…
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Papua menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Penegakan Peraturan…
Langkah yang dikemas melalui pendekatan humanis ini menyasar dua lembaga pendidikan, yakni SD Pigapu dengan…
Kasus yang turut menyeret nama mantan Sekretaris DPR Papua berinisial JJ tersebut kini memasuki tahap…