Categories: EKONOMI BISNIS

Harga Perumahan dan Listrik Picu Inflasi Papua Awal 2026

JAYAPURA-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat perkembangan inflasi pada Januari 2026 masih berada dalam kondisi terkendali. Hal tersebut disampaikan dalam rilis berita resmi statistik (BRS) edisi Februari 2026 yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube BPS Papua, Senin (2/2).

Statistisi Ahli Madya BPS Papua, Selfina N. Sinaga menjelaskan bahwa pada Januari 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat 107,95.

Angka ini menunjukkan adanya kenaikan IHK dibandingkan Januari 2025 yang berada di level 104,47. Inflasi tahunan tersebut dipicu oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat kenaikan tertinggi sebesar 13,45 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,28 persen. Kenaikan juga terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,61 persen, kesehatan sebesar 1,32 persen, pendidikan sebesar 2,27 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,92 persen.

Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks harga. Penurunan terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,34 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,04 persen, transportasi sebesar 1,74 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,09 persen.

Secara bulanan, BPS mencatat Papua mengalami deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,36 persen pada Januari 2026. Angka deflasi yang sama juga tercatat untuk year to date (y-to-d).

Sejumlah komoditas memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan, antara lain tarif listrik, emas perhiasan, beras, ikan tuna, bawang merah, daging ayam ras, minyak goreng, serta biaya pendidikan dan biaya sewa rumah. Di sisi lain, komoditas seperti tomat, tarif angkutan udara, bawang putih, telur ayam ras, ikan cakalang, dan bensin turut menahan laju inflasi dengan memberikan kontribusi deflasi.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Arab Saudi Tetapkan 1 Ramadhan Jatuh pada 18 Februari 2026

Dua lokasi ini selama ini dikenal sebagai pusat observasi penentuan awal bulan Hijriah di Arab…

34 minutes ago

Data Pelamar Kerja di Komdigi Bocor, Publik Pertanyakan Kemampuan Lembaga

Kebocoran itu mendapat sorotan keras dari Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha. Dia…

2 hours ago

Perubahan Iklim Tak Hanya Ancam Bumi, Kesehatan Mental Ikut Terdampak

Ketidakpastian cuaca, ancaman bencana berulang, hingga kekhawatiran terhadap masa depan bumi perlahan memengaruhi ketenangan batin…

3 hours ago

Seorang Penambang Tradisional di Jayapura Hilang Tertimbun Longsor

Keluarga dan masyarakat sempat melakukan pencarian namun belum berhasil kemudian kejadian ini dilaporkan ke kantor…

4 hours ago

Jadwal Sidang Isbat dan Prediksi 1 Ramadhan

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama (Kemenag) Arsad Hidayat menuturkan, potensi perbedaan…

10 hours ago

Kenali Barongsai, Atraksi Ikonik di Perayaan Tahun Baru Imlek

Di balik kostum warna mencolok dan atraksi akrobatik yang memukau, tersimpan sejarah panjang serta makna…

11 hours ago