Categories: BERITA UTAMA

Waspadai Varian Baru Virus Corona

Ketua Harian Satgas Covid 19 Provinsi Papua, Welliam Manderi


JAYAPURA-Bicara perkembangan Covid 19 di Papua, hingga kini terkonfirmasi sebanyak 13.380 kasus positif secara kumulatif, dimana 1.207 kasus dalam perawatan, 11.935 kasus sembuh, dan 238 kasus meninggal dunia.
Ketua Harian Satgas Covid 19 Provinsi Papua, Welliam Manderi, menyebutkan bahwa tren perkembangan Covid 19 pasca perayaan Natal tidak signifikan. Dengan kata lain, tren peningkatan kasus baru per hari sebelum Natal dan sesudah Natal masih sama.
“Artinya, setiap hari itu berkisar di angka 50 kasus positif baru. Beberapa waktu lalu saat Natal, tidak ada indikasi yang menonjol. Berdasarkan informasi yang kami terima, terkait kasus terkonfirmasi baru masih tetap seperti kemarin-kemarin,” ungkap Welliam Manderi, Rabu (30/12) kemarin.
Menurut Manderi, masyarakat menerima imbauan untuk tidak open house secara baik dan menjalankannya, sehingga tidak ada peningkatan kasus yang signifikan pasca perayaan Natal yang lalu.
“Banyak yang melakukan protokol kesehatan, sehingga saat Natal banyak dari masyarakat yang tidak melakukan kumpul-kumpul keluarga atau silaturahmi atau open house. Ini jadi satu hal yang baik karena masyarakat merasa bahwa apa yang disampaikan pemerintah melalui Satgas Covid-19 Provinsi Papua penting untuk diri mereka sendiri. Artinya dalam memutus mata rantai penularan Covid-19,” tambahnya.
Menghadapi akhir tahun, sambung Manderi, pihaknya tetap siaga menjaga agar penyebaran Covid-19 tidak signifikan. Terlebih dengan adanya virus baru yang penyebarannya lebih cepat dibanding sebelumnya. Bahkan memaksa Pemerintah Indonesia berkebijakan untuk menutup pintu bagi warga asing yang berkunjung ke Indonesia.
“Ini harus kita antisipasi karena ada beberapa kota di pulau Jawa, mulai dari Jogja sampai Surabaya yang terindikasi virus baru dengan penyebaran lebih cepat. Oleh sebab itu menghadapi akhir tahun, kita harus jaga, terutama terkait arus masuk-keluar orang melalui bandara maupun pelabuhan,” jelasnya.
“Kita harus pula tetap menjalankan protokol kesehatan yang berkaitan dengan kerumunan, serta mencuci tangan. Menjaga jarak dan memakai masker harus tetap menjadi dasar untuk semua orang melakukannya,” sambungnya.
Kata Manderi, pihaknya memandang bahwa di tengah situasi pandemi Covid 19 khususnya di Papua, kegiatan-kegiatan yang dilakukan di akhir tahun, terlebih yang mengumpulkan banyak orang, harus diantisipasi.
“Satgas menyarankan masyarakat untuk tidak melakukan apapun di akhir tahun, sehingga kita bisa jaga penyebaran ini,” pungkasnya. (gr/nat)

newsportal

Recent Posts

Krisis Stok Darah Mimika, PMI Desak Pemda Bangun UDD Mandiri

​Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan darah ideal sebuah wilayah adalah 1% hingga 2%…

2 hours ago

Sat Reskrim Polres Jayawijaya Ringkus Pelaku Penggelapan Uang di Morowali

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan penangkapan ini terhadap pelaku…

3 hours ago

Gubernur Papua Tengah Apresiasi Program Puncak Cerdas

Komitmen Pemerintah Kabupaten Puncak dalam membangun sumber daya manusia melalui sektor pendidikan mendapat apresiasi dari…

4 hours ago

TNI-Polri Sita Belasan Sajam dan Senapan Angin di Puncak Jaya

Kapolres Puncak Jaya AKBP Yudha Wicaksono saat dihubungi dari Nabire, Senin, mengatakan patroli gabungan tersebut…

5 hours ago

2 Dari 3 BB yang Didapatkan Dari Tangan TH Tak terdaftar di Samsat Jayawijaya

Kapolres Jayawijaya melalui kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumamb, SH, MH menegaskan jika usai dilakukan penangkapan…

6 hours ago

Ekowisata Mangrove Pigapu, Babak Baru Kemandirian Adat Kamoro di Mimika

Sebuah langkah baru pariwisata berbasis komunitas lahir di Tanah Papua. Lewat Paket Eduwisata dan Sejarah…

7 hours ago