

Salah satu pasien lansia didampingi keluarganya menunggu di poliklinik RSUD Dok II untuk mendapatkan penanganan medis pada Kamis (29/8). Persoalan biaya kesehatan masih menjadi pergumulan bagi masyarakat kecil. (foto: Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura tengah menyiapkan 40 tenaga kesehatan (Nakes), untuk pemeriksaan kesehatan bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur, bupati-wakil bupati dan wali kota-wakil walikota sebagai satu syarat yang harus dipenuhi sebelum maju dalam Pilkada.
Ketua Tim pemeriksaan bakal calon kepala daerah, dr Andreas mengatakan saat melakukan pemeriksaan di RSUD Jayapura. Bakal calon akan melewati 15 titik pemeriksaan, mulai dari pendaftaran hingga nanti pada tahapan pemeriksaan lainnya.
“Satu orang bisa menghabiskan waktu sekitar 6 jam untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pemeriksaan di RSUD Jayapura, setelah itu mereka juga akan ke RSJ di Abepura,” ucap dr Andreas kepada Cenderawasih Pos yang didampingi dokter RSUD lainnya, Kamis (29/8).
Untuk waktu pendaftaran sendiri kata dr Andreas dibuka sejak tanggal 28 Agustus hingga 2 September. Pukul 07.30 WIT hingga sore hari. “Untuk waktunya kami menyesuaikan, melihat jumlah yang datang saat itu. sementara hasil pemeriksaan kesehatan akan diketahui dua hari setelah waktu pemeriksaan,”ujarnya.
Bagi calon yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan, dr Adreas menyarankan agar sebelum melakukan pemeriksaan di pagi hari. Malam harinya yang bersangkutan harus berpuasa sekitar 10 hingga 12 jam. Sementara itu, bagi calon yang menggunakan obat obatan tertentu pada saat pemeriksaan harus memberitahukan kepada tim pemeriksa.
“Sehingga ketika dilakukan pemeriksaan darah dan lainnya kalaupun nanti misalnya terdeteksi ada obat obatan tertentu itu tidak masalah, sebab itu ada indikasi medis dan bisa diantisipasi,” ucapnya.
Andreas menerangkan, prosedur calon melakukan saat melakukan pemeriksaan kesehatan dimana bakal calon setelah mendaftar di KPU selanjutnya mendapatkan surat pengantar dari KPU untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit yang telah ditunjuk oleh KPU berdasarkan MoU yang dilakukan.
“Berdasarkan itu, kami akan menerima para bakal calon yang membawa surat pengantar dari KPU untuk melakukan pemeriksaan kesehatan,” kata Adreas.
Page: 1 2
Penolakan diambil setelah daging ayam tersebut terbukti tidak layak konsumsi akibat tingkat cemaran mikroba yang…
Menerima laporan adanya perkelahian antar 2 kelompk warga di Gudang Arang tersebut, Patroli Ramadan langsung…
Menurut Philemon, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor perikanan dan…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan B Saragih, SH, membenarkan adanya penyerahan narkotika yang…
Kepala Sekretariat Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan catatan yang disampaikan berkaitan dengan…
Studi banding ke Raja Ampat dinilai sangat tepat, karena dinilai memiliki banyak kesamaan, baik dari…