Categories: BERITA UTAMA

Yobeh Gelar Pesta Rakyat yang Tak Biasa

SENTANI- Masyarakat Adat Kampung Yobeh, Sentani, Kabupaten Jayapura menggelar Pesta Rakyat mulai tanggal 31 Juli hingga 1 Agustus 2026. Ini sebagai wujud menjaga keberadaan budaya sekaligus memperkenalkan potensi kampung kepada masyarakat luas.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga. Tim Pelaksana Kegiatan, Billy Tokoro, mengatakan pesta rakyat sengaja dikemas sederhana dan berlangsung di kampung adat, bukan dalam bentuk seremoni resmi.

“Ini bukan acara seremonial seperti biasanya. Kami ingin masyarakat adat menjadi tuan rumah di kampungnya sendiri. Siapa pun tokoh adat atau masyarakat yang dihormati dan hadir lebih dulu, dialah yang membuka acara secara alami,” ujar Billy, Kamis (30/7). Ini yang dirasa tak biasa karena pada umumnya setiap kegiatan akan menunggu pejabat dan tamu undangan.

Menurutnya, persiapan pesta rakyat sudah hampir 100 persen dan ini menjadi pesan bahwa masyarakat adat Kampung Yobeh masih eksis, menjaga tradisi, serta terus hidup berdampingan dengan perkembangan zaman. Billy berharap pemerintah semakin memberi ruang bagi masyarakat adat, bukan hanya menjadikannya bagian dari kegiatan seremonial atau agenda tertentu.

“Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat adat masih ada dan tetap menjaga budaya. Perhatian pemerintah juga diharapkan benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat adat,” katanya. Selama pesta rakyat berlangsung, pengunjung dapat menikmati berbagai atraksi budaya seperti tarian adat, demonstrasi pembuatan gerabah, hingga melihat langsung pondok tradisional yang dibangun menggunakan daun sagu dan bambu.

Beragam kuliner khas juga disajikan, mulai dari olahan sagu, es krim sagu, hingga hidangan tradisional berbahan buah hitam yang biasa disuguhkan kepada tamu kehormatan atau Ondoafi. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana promosi produk lokal sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Billy menilai penyelenggaraan festival budaya akan lebih bermanfaat jika dilaksanakan langsung di kampung-kampung adat, karena dampak ekonominya dapat dirasakan oleh warga setempat. “Kalau ada festival budaya, sebaiknya dilaksanakan di kampung tempat budaya itu berasal. Dengan begitu masyarakat adat menjadi pelaku utama sekaligus merasakan manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut,” ujarnya.

Pesta Rakyat Masyarakat Adat Kampung Yobeh ini diharapkan menjadi contoh bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat adat.(dil/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Juna Cepos

Recent Posts

Indonesia Butuh Keseimbangan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas

Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…

15 hours ago

Transaksi Sabu 12,35 Gram Lewat Ekspedisi Digagalkan

   IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…

16 hours ago

Pendapatan Naik Rp78 Miliar, Belanja Bertambah Rp83 Miliar

   Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…

17 hours ago

Perubahan Kehidupan Setelah Menerima Injil, Membuat Ondoafi Skouw Tergerak Hatinya

  Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…

18 hours ago

56 BLUD di Tanah Papua, Baru 4 Punya Regulasi Fleksibilitas PBJ

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

19 hours ago

Sidak Kelurahan Waena, Penyaluran Bansos Hingga Lingkungan Jadi Atensi

  Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…

23 hours ago