Categories: BERITA UTAMA

Tiba di Jayapura, Kapal DNEX Pasific Link Langsung Bergerak

Salah satu kru kapal DNEX Pasific Link,menunjukkan titik putusnya kabel fiber optik di perairan Biak-Sarmi kepada Kepala Dinas Kominfo Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto, Sabtu (29/5) kemarin. ( FOTO:Gratianus silas/cepos)

JAYAPURA- DNEX Pasific Link, yang tak lain merupakan kapal untuk recovery kabel optik bawah laut di perairan Sarmi-Biak sudah tiba di Jayapura, Sabtu (29/5) kemarin. 

Berlabuh di Pelabuhan Jayapura, kapal tersebut melakukan proses administrasi terlebih dulu, sebelum melakukan recovery kabel fiber optik yang menyebabkan gangguan akses internet hampir sebulan ini.

Sejak Sabtu (29/5) malam, kapal tersebut langsung kembali berlayar menuju perairan Sarmi-Biak. 

“Tiba di Jayapura, kapal ini melakukan proses kepabeanan dulu sebelum akhirnya melakukan recovery kabel fiber optik bawah laut di perairan Sarmi – Biak. Harapan kita dari pemerintah, proses ini dapat selesai sesuai target yang ada,” ungkap Kepala Dinas Kominfo Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto, kepada jurnalis, Sabtu (29/5) kemarin.

Dengan telah tibanya kapal ini, masyarakat di Jayapura dan sekitarnya diharapkan bisa sedikit bersabar untuk proses recovery yang dilakukan. Yudianto juga meminta dukungan doa dari masyarakat untuk proses perbaikan yang dilakukan.

“Karena secara teknologi semuanya sudah dipersiapkan dengan matang. Tetapi di laut kita tidak tahu, sebab ada faktor cuaca dan gelombang yang mesti diperhitungkan. Kapal ini bergerak dengan satelit, sehingga cuaca sangat memengaruhi,” terangnya.

“Makanya, kita harapkan juga, cuaca mendukung untuk kita selesaikan recovery kabel optik bawah laut ini. Kru yang ada juga diberikan kesehatan karena apapun yang dirancangkan baik, tapi yang mengerjakan sakit ya tetap saja tidak bisa,” sambungnya.

Disinggung perihal lamanya proses perbaikan, berdasarkan rilis PT Telkom, Yudianto memperkirakan pada minggu pertama bulan Juni.

“Yang utama, kita berharap ada solusi permanen untuk diambil langkah-langkah. Baik oleh operator maupun pemerintah pusat, dan pemerintah daerah, sehingga hal-hal semacam ini, putusnya kabel optik, bisa diminimalisasi,” tambahnya.

“Kita harap tidak terulang kembali. Bagaimanapun kondisi di Jayapura, khususnya di utara, kita tidak ada looping seperti di selatan. Karena ibaratnya satu kaki, apalagi antara Biak – Sarmi, kalau Sarmi – Jayapura sudah dua kaki. Makanya kita harap, link koordinasi yang lebih, sehingga hal-hal ini bisa dicarikan solusi bersama antara pemeritah pusat, daerah, dan operator,” pungkasnya.

Sementara itu, VP Corporate Communication PT Telkom Indonesia Pujo Pramono menjelaskan, untuk perbaikan kabel yang terputus, kapal khusus beserta tim ahli sudah tiba di pelabuhan jayapura, Sabtu (29/5). 

Kapal ini sebelumnya terlebih dahulu menyelesaikan berbagai prosedur persiapan baik teknis dan administrasi seperti Surat Perintah Kerja Bawah Air (SPKBA) yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan RI dan dokumen security clearance.

 “Termasuk juga proses loading kabel laut, bahan bakar kapal, dan perlengkapan teknis lain pendukung proses pengangkatan dan penyambungan kabel bawah laut,” ungkapnya, Sabtu (29/5).

 Adapun proses perbaikan kabel menurut Pujo, dikawal langsung oleh Telkom Infra, salah satu entitas anak usaha Telkom. 

Ditargetkan penyambungan kembali kabel putus dapat selesai dilakukan pada awal Jui 2021. “Masyarakat diharapkan tetap bersabar dan terus mendukung upaya Telkom dalam memperbaiki kabel yang terputus tersebut untuk bisa kembali secara normal,” tambahnya.

 Secara terpisah, General Manager Telkom Indonesia Provinsi Papua, Sugeng Widodo mengaku, masalah perbaikan kabel optik yang terputus langsung ditangani Telkom pusat. Termasuk kapal khusus yang disewa Telkom, DNEX Pasific Link. Untuk itu, nantinya semua informasi yang keluar  langsung dikeluarkan oleh VP Corcom Telkom pusat. 

Dalam kesempatan itu, Sugeng sangat berterima kasih karena Telkom pusat sudah sesuai dengan janjinya dalam perbaikan kabel FO bisa dilakukan dengan cepat dan target yang ditentukan untuk jaringan bisa normal diharapkan bisa tepat waktu. Karena dengan gangguan jaringan internet menyebabkan banyak masyarakat wilayah Jayapura dan sekitarnya mengeluh. Disamping itu, Telkom selaku perusahaan bisnis juga terkena dampaknya sangat luar biasa. (gr/dil/nat)

newsportal

Recent Posts

Lima Distrik se Wilayah Walak Sepakat Berikan Sanksi Adat bagi Pelaku Karhutla

Kepala Distrik Bugi Mare Gombo menyatakan pemberian sanksi tegas atau denda adat ini dilakukan usai…

7 hours ago

Transisi Hingga Tumpulnya Lini Depan Jadi Evaluasi

Tim Persipura Jayapura memulai kompetisi Championship 2026/2027 dengan kurang baik. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu…

7 hours ago

Materi KUA-PPAS Telah Diserahkan ke DPRP

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan saat ini sistem yang digunakan…

8 hours ago

Alex Belum Fit dan David Masih Menyesuaikan

Pada laga yang berakhir dengan skor kacamata itu, Persipura hanya memainkan satu pemain asing mereka,…

8 hours ago

Bawa 1,7 Kg Ganja, Dua Tersangka Terancam 20 Tahun Penjara

   Kapolresta Jayapura Kota KBP Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota…

9 hours ago

Bima Ragil Bidik Kebangkitan di Laga Berikutnya

Menurut Bima, kehadiran suporter memiliki peran penting untuk menambah semangat pemain ketika pertandingan berlangsung. Dukungan…

9 hours ago