

MRP menggelar Rakor bersama kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih di Hotel, Horison Kotaraja, Kamis (28/10) kemarin. (FOTO: Noel/Cepos)
JAYAPURA – Guna mendiskusikan penanganan masalah-masalah di Tanah Papua , Majelis Rakayat Papua (MRP) menggelar Rakor bersama Pangdam XVII/Cenderawasih dan Kapolda Papua di Hotel, Horison Kotaraja Kamis, (28/10) kemarin.
Ketua MRP Timotius Murib, dalam sambutannya mengatakan Rakor bersama TNI/Polri merupakan yang pertama kali, tujuannya adalah melahirkan berbagai solusi untuk memberikan kedamaian dan kenyamanan di Tanah Papua .
“Hari ini saya sampaikan bahwa kehadiran Kapolda dan Pangdam untuk bertukar pikiran bersama MRP terkait situasi kondisi dan keamanan di atas Tanah Papua ,” kata Timotius Murib, dalam sambutannya Kamis (28/10). Ia menjelaskan dari hasil pertemuan rakor ini MRP akan membentuk satu tim besar untuk menyelesaikan persoalan di Tanah Papua .
“ Jadi hasil Rakor ini nanti kami akan membentuk satu tim besar untuk menyelesaikan masalah-masalah di Papua , untuk perlu diselesaikan bersama-sama dengan pihak Jakarta, kita akan terus mendiskusi agar lebih baik agar kita bisa menyelesaikan masalah-masalah yang menjadi pergumulan rakyat Papua lebih khusus OAP,” jelas Murib.
Dalam kesempatan itu juga masing-masing pokja menyampaikan sejumlah persoalan dan solusi untuk menjadi perhatian dari kapolda bersama pangdam terkait persoalan Papua baik politik hukum dan HAM.
Kapolda Papua , Irjen Pol Mathius D. Fakhiri mengatakan masalah keamanan merupakan tanggung jawab TNI-Polri, namun persoalan keamanan tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. “Masalah ini harus dijawab bersama tidak bisa sendiri dan lebih penting lagi kalau masyarakat bisa ikut serta dalam menjaga keamanan tentunya ini akan lebih baik,”ucapnya.
Kapolda juga mengapresiasi karena dapat diundang dalam kegiatan rakor yang digelar oleh MRP, dan dimana TNI-Polri duduk dan mendegarkan apa yang telah ditemukan MRP.
“Saya dan Pangdam sangat berharap agar persoalan Papua menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk para bupati di daerah untuk melihat masyarakatnya beserta tokoh adat, agama dan lainnya agar bisa menyelesaikan persoalan di Papua yang kita cintai ini,” ujarnya. (oel/wen)
Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci agar kabupaten yang lebih maju dapat menopang daerah yang masih…
Pungutan terhadap tarif sampah yang digagas oleh pemerintah Kabupaten Jayawijaya sebesar Rp 30.000 per bulan,…
Terminal kontainer Pelabuhan Merauke saat ini dinilai semakin padat. Ketua Komisi II DPR Provinsi Papua…
Apel pagi dipimpin Asisten II Setda Kabupaten Yalimo, Leonardus Pally, dan diikuti para asisten setda,…
Sebanyak 2.851 pencari kerja (pencaker) memanfaatkan pelaksanaan Job Fair yang digelar Pemerintah Provinsi Papua selama…
Minat lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Papua Selatan (Papsel) untuk mengikuti seleksi sekolah…