Categories: BERITA UTAMA

Minta Senjata dan Merdeka, Tak Akan Dipenuhi

Kapolda: Minta Uang masih Bisa Disiapkan

JAYAPURA – Tak terasa tersisa hitungan hari deadline yang diberikan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya akan berakhir. Waktu selama 60 hari diberikan untuk pemerintah dan aparat keamanan segera merespon apa yang menjadi tuntutan mereka.

Yang disampaikan saat itu adalah KKB menginginkan Indonesia segera mengakui kemerdekaan Papua termasuk desakan dari negara – negara seperti Amerika, Australia maupun New Zealand untuk meminta Indonesia segera memberikan pengakuan tersebut.

Terkait ini Kapolda Papua, Irjend Pol Mathius Fakhiri menyampaikan bahwa pihaknya masih terus berupaya untuk melakukan pembebasan sang pilot Philip Mark Mehrtens dengan mengutamakan keselamatan pria asal New Zealand tersebut.

Kapolda berharap berharap moment hari raya ini kelompok yang masih berseberangan terutama  Egianus dan kelompoknya masih mau berfikir rasional terkait kemanusiaan. Jangan karena ingin mewujudkan keinginan tertentu akhirnya akan menjadi masalah bagi mereka juga.

‘‘Dengan seenaknya melanggar apa yang diatur oleh agama (membunuh) dan menyalahi aturan – aturan agama itu sudah salah. Tapi saya pikir ia juga manusia dan semoga bisa berfikir realistis tentang mana yang benar dan yang salah,“ kata Mathius Fakhiri kepada wartawan di Mapolda Papua, Kamis (29/6).

Fakhiri juga berharap dari pendekatan yang dilakukan termasuk dari orang yang diutus bisa  mendapatkan solusi yang baik tanpa harus berdarah – darah. ‘‘Kami bersama pemerintah juga sudah memberikan tawaran – tawaran untuk dia tapi jika ditolak kemudian meminta merdeka saya pikir itu tidak akan pernah terjadi,“ tegasnya.

Disinggung soal penawaran yang diberikan kepada Egianus kata Kapolda, salah satunya adalah pilot dibarter dengan uang. ‘‘Kalau uang saya pikir masih bisa disiapkan tapi jika sudah meminta senjata apalagi merdeka tentu itu tidak mungkin  dilakukan namun upaya lain juga masih dilakukan termasuk dengan tetap memantau dan mencari keberadaan kelompok ini,“ imbuhnya. (ade)

newsportal

Recent Posts

Target Tahun 2028, Matangkan Persiapan dari Administrasi, Regulasi hingga Anggaran

Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…

15 hours ago

Rawan Cerai, Anak Muda Jangan Buru-buru Menikah

Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…

16 hours ago

Jelang Kunjungan Mendagri Kabupaten Jayapura Benahi Wajah Daerah

Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…

20 hours ago

Warga Diminta Kesadaran Bayar Retribusi Sampah

Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…

21 hours ago

Temukan Kecurangan Distribusi BBM, Warga Diminta Lapor

rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…

22 hours ago

Kebobolan, Sejumlah Tahanan Lapas Abepura Kabur

Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…

23 hours ago