Categories: BERITA UTAMA

Jadi Ibu Kota Papua Tengah, Bandara Wanggar Nabire Dikebut

NABIRE-Tiga Rancangan Undang-Undang (RUU) Pembentukan DOB di Papua akan diparipurnakan oleh DPR RI di Jakarta, Kamis (30/6) hari ini. Salah satunya, adalah Provinsi Papua Tengah yang beribukota di Kabupaten Nabire.

Untuk menunjang transportasi udara di ibu kota provinsi ini, pembangunan Bandara Wanggar di Nabire akan dipercepat dan diharapkan tahun depan sudah bisa beroperasi.

  Plt. Sekda Kabupaten Nabire Herman Kayame, ST., MT., mengungkapkan bahwa pembangunan Bandara Wanggar ini ada dua sisi, yakni sisi udara dan sisi darat. Untuk sisi udara, untuk pendaratan pesawat, saat ini run way atau landasan pacu sudah terbangun sepanjang 1.600 meter.

  “Hanya saja, untuk landasan yang sudah jadi sepanjang 1.600 meter ini, belum bisa didarati oleh pesawat berbadan lebar seperti Boeing, baru bisa jenis ATR seperti Wings Air,”ujar Sekda Herman Kayame saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Rabu (29/6) kemarin.

   Sementara itu untuk pembangunan sisi darat, seperti terminal, areal parkir, fasilitas gudang kargo sedang dikerjakan tahun ini dan dianggarkan lagi tahun 2023 mendatang. Pembangunan Bandara Wanggar ini juga menjadi perhatian Presiden Jokowi yang belum lama ini meninjau lokasi pembangunan bandara tersebut dan berharap tahun 2023 mendatang sudah bisa diresmikan dan beroperasi.

“Untuk tahap awal pengoperasian, karena landasan pacu hanya 1.600 meter, maka baru bisa diujicobakan untuk ATR Wings Air yang selama ini sudah beroperasi di Bandara Nabire,”ungkap alumnus S1 dan S2 dari UGM Yogyakarta.

  Namun, lanjut Sekda, menurut informasi yang diterimanya, ke depannya akan diperpanjang lagi untuk bisa didarati pesawat Boeing, dimana panjang landasan minimal 2.500 meter, sehingga perlu ditambah 900 meter lagi. Untuk rencana pengembangannya, tanah sudah ada dan lokasinya juga tidak ada masalah.

 “Pembangunannya dan pengelolaannya akan ditangani dari Kementerian Perhubungan. Pemerintah daerah dan masyarakat Nabire yang mendapatkan manfaat dari keberadaan Bandara Wanggar ini,”tuturnya.

 Untuk Pemkab Nabire sendiri, akan menangani pembangunan akses jalan menuju ke Bandara, termasuk penyediaan fasilitas listrik dan air bersih. Pihak Pemkab Nabire sendiri, sempat menawarkan untuk pembangunan areal parkir Bandara, supaya dikelola pemda untuk mendapatkan sumber pendapatan asli daerah, namun dari Kemenhub minta mereka tangani semua, karena disegerakan untuk bisa segera dioperasikan.

  “Saya berharap tidak lama-lama lagi, Bandara ini beroperasi, apalagi sudah jadi ibu kota Provinsi Papua Tengah,”ujarnya.

 Sekda Herman Kayame menyebutkan, masyarakat Nabire selama ini sudah rindu pesawat Boeing bisa masuk Nabire. Karena selama ini pesawat yang masuk terbatas, paling besar hanya jenis ATR. Hal ini membuat biaya tiket maupuan kargo juga relatif tinggi. Untuk keluar daerah Papua, harus lewat Bandara lain, baik ke Jayapura, Timika, maupuan Manokwari, baru bisa ke Jakarta atau daerah lain dengan pesawat berbadan lebar.

  “Dengan adanya pesawat Boeing bisa masuk, biaya tiket dan kargo bisa ditekan atau rendah. Investor juga pasti akan banyak masuk dan berkembang di Nabire,”pungkasnya. (tri/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga

Meski sama-sama gagal melangkah ke final, duel ini diprediksi tetap berlangsung sengit. Prancis ingin menutup…

23 hours ago

Wamendagri Ribka Haluk Ingatkan Papua Selatan Hindari Silpa Dana Otsus

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua Selatan agar mengoptimalkan penggunaan…

24 hours ago

Dinilai Tidak Transparan, Ajak Masyarakat Papua Bergerak

  Aksi ini dilakukan pasca-sidang lanjutan gugatan terhadap Bupati Merauke terkait rencana pembangunan jalan akses…

1 day ago

Tinjau Wilayah Operasi di Papua, Astamaops Kapolri  Tekankan Pendekatan Humanis

Sejumlah pejabat teras Polri turut mendampingi Fadil, di antaranya Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol.…

1 day ago

KPK dan Kejati Papua Perkuat Sinergi Cegah Korupsi

   Menurut Setyo, pendekatan pencegahan menjadi prioritas utama karena dinilai lebih efektif dalam membangun tata…

1 day ago

Jaga Biosekuriti, Karantina Papua Tengah Awasi Pengeluaran 604 Ton CPO ke Surabaya

Kepala Karantina Papua Tengah Anton Panji Mahendra mengatakan, pengawasan dilakukan sebagai bagian dari tugas Barantin…

1 day ago