“Peristiwa itu terjadi setelah sebelumnya terjadi di pesisiran Kabupaten Sarmi dan Biak Numfor. Karena arus bergerak secara langsung membawa material apung tersebut ke perairan utara,” terang Heri.
Lanjut Heri menjelaskan, Arus permukaan laut yang bergerak kontinyu membawa material apung baik berupa batu hasil aktivitas geologi/vulkanik laut maupun limbah plastik hingga akhirnya terdorong masuk dan tertahan di ceruk pantai saat pasang air laut terjadi. Hingga kini, warga dan pengelola pantai di Jayapura hanya bisa mengandalkan pembersihan swadaya sembari menantikan pergerakan arus membawa material tersebut menjauh dari pesisir mereka. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait di Jayapura, Selasa, mengatakan ASN tidak boleh hanya hadir…
“Energi bukan sekadar soal pembangkit, jaringan dan investasi. Energi adalah kebutuhan dasar untuk menerangi…
Menurut Rustan, kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela saat ini mulai menunjukkan perkembangan…
Abisai mengajak seluruh masyarakat di tiga kampung Skouw untuk menjadikan perjalanan 112 tahun Injil…
Dalam sambutannya, Nyoman Sri Antari mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah konkret Pemkot Jayapura bersama…
Salah satu poin yang disiapkan dalam rancangan instruksi kepala daerah adalah pembatasan jumlah pembelian BBM…