“Peristiwa itu terjadi setelah sebelumnya terjadi di pesisiran Kabupaten Sarmi dan Biak Numfor. Karena arus bergerak secara langsung membawa material apung tersebut ke perairan utara,” terang Heri.
Lanjut Heri menjelaskan, Arus permukaan laut yang bergerak kontinyu membawa material apung baik berupa batu hasil aktivitas geologi/vulkanik laut maupun limbah plastik hingga akhirnya terdorong masuk dan tertahan di ceruk pantai saat pasang air laut terjadi. Hingga kini, warga dan pengelola pantai di Jayapura hanya bisa mengandalkan pembersihan swadaya sembari menantikan pergerakan arus membawa material tersebut menjauh dari pesisir mereka. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Bunda PAUD Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jayapura, Balai…
Pesan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara Akad Massal KPR Sejahtera melalui skema…
Ketua MK Suhartoyo menyampaikan amar putusan yang pada pokoknya menyatakan ketentuan tersebut tetap konstitusional, namun…
Zet menjelaskan bahwa musibah ini sama-sama tidak diinginkan dan ia memahami bahwa ada banyak penghuni…
"Beliau adalah tokoh politik senior Partai Golkar yang telah banyak memberikan pengabdian dan pemikiran…
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…