Categories: BERITA UTAMA

Sekda Sarmi Dibacok, Enam Warga Dilaporkan Terkena Tembakan

JAYAPURA – Pemalangan jalan yang dilakukan sekira 100 orang di Jalan Sarmi – Jayapura tepatnya di Jembatan Tor Atas, Sarmi, Papua, berlangsung ricuh.

Warga mempersoalkan pembayaran hak ulayat yang selama ini tak kunjung diselesaikan pemerintah. Meski sudah difasilitasi Plt. Sekda Sarmi, Elias Bakay namun tak menemukan kata sepakat dan justru terjadi tindakan anarkis. Elias malah diparangi dan terluka di bagian belakang kepala.

Dari video yang beredar terlihat ia sempat digendong dan dilarikan ke mobil saat massa mulai marah. Polisi dari Polres Sarmi yang berada di lokasi langsung mengambil tindakan tegas dengan melepas tembakan untuk membubarkan warga.

Disini tercatat ada beberapa warga terluka akibat tembakan namun massa yang marah juga membalas sehingga ada tiga Polisi yang terluka. Hingga kini Polisi masih berjaga – jaga untuk memastikan tak ada aksi susulan.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal menyampaikan bahwa pemalangan jalan di Jembatan Tor Atas Kabupaten Sarmi dilakukan Jumat (27/05) sekira pukul 15.00 WIT. Pemalangan jalan ini dilakukan sekira 100 orang yang menuntut pembayaran hak ulayat atas Jembatan Tor Atas.

“Pemalangan tersebut dilakukan oleh masyarakat yang menuntut hak ulayat jembatan Tor Atas. Mendapatkan laporan tersebut Kapolres Sarmi AKBP Timur Santoso, S.I.K bersama anggota langsung menuju TKP untuk melakukan koordinasi dengan massa agar menghentikan aksinya,” ucap Kombes Kamal.

Lebih lanjut dijelaskan, Plt. Sekda Kabupaten Sarmi Elias Bakay yang juga berada di TKP sempat datang untuk berdialog dengan massa. Namun massa kurang puas dan tidak menerima hasil dialog sehingga terjadi ketegangan dan emosi.

“Tidak terima dengan hasil dialog itu, massa kemudian melakukan penganiyaan terhadap Sekda Kabupaten Sarmi serta anggota yang sedang mengamankan aksi tersebut dan merusak satu kendaraan dinas milik polisi,” kata Kamal.

Melihat aksi massa yang semakin tidak terkendali, anggota kemudian memblokade jalan untuk menghalangi massa namun disebutkan Polisi juga mendapat perlawanan dimana massa yang menyerang menggunakan dengan jubi dan anak panah.

“Ada 3 anggota Polisi mengalami luka-luka dan saat ini sudah mendapat perawatan medis,” jelas Kamal.

Sementara informasi lain menyebut bahwa dari pembubaran yang dilakukan aparat ini ada enam orang warga yang tertembak. Keenam pendemo yang mengalami luka tembak adalah Rio Weiraso, Tandius Saroni, Izak Anabe, Leo Weraso, Dedeus Sarone dan Esra Mamawiso. Namun terkait enam warga yang tertembak dibantah oleh Kabid Humas, Kombes Kamal.

“Empat orang yang terluka tembak peluru karet dimana 2 orang sudah dirawat di Puskesmas dan 2 orang lainnya dirawat RS. Bhayangkara,” tutup Kamal. (ade/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KRIMINAL

Recent Posts

Kosmetik Ilegal Hingga Dapur MBG Jadi Sorotan BPOM

  Kepala BBPOM Jayapura, Herianto Baan menegaskan bahwa langkah tegas ini diambil bukan semata-mata untuk…

9 hours ago

Kelebihan Penyaluran Dana Kampung Dikembalikan Sesuai Aturan

  Abisai menjelaskan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut atas kelebihan salur dana kampung yang bersumber…

9 hours ago

Pertahankan Juara Umum, Wali Kota Apresiasi Kafilah MTQ Kota Jayapura

   Ketua Kafilah MTQ Kota Jayapura, Abdul Majid, mengatakan proses pembinaan peserta dilakukan secara berjenjang…

10 hours ago

Tuntas Jalankan Tugas, 900 Personel Satgas Pamtas RI -PNG Dikembalikan

Pemulangan personil Satgas Pamtas RI-PNG dari Yonif 711/RKS Palu dan Yonif 743/PSY  Kupang menggunakan KRI…

11 hours ago

Gaji Mulai Rp47 Juta Hingga Rp110 Juta, Harusnya Diikuti Tanggung Jawab Etis dan Moral

  Menjawab dahaga panjang reformasi peradilan tersebut, pemerintah secara resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor…

12 hours ago

Andri Siap Tebus “Hutang”

Menurut Andri, pelatih sebelumnya Rahmad Darmawan tampil cukup baik musim lalu. Mengantarkan Persipura hingga babak…

13 hours ago