Categories: BERITA UTAMA

Dialog Kemanusiaan Solusi Memutus Mata Rantai Kekerasan di Papua

JAYAPURA-Sepanjang tahun 2021, dua orang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang paling berpengaruh di Kabupaten Yahukimo tewas usai dilakukan penindakan oleh tim gabungan setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Mereka adalah pimpinan KKB Senat Soll alias Ananias Yalak tewas pada (26/9), dan Temianus Magayang (22/12). Kedua orang KKB ini meninggal di Rumah Sakit Bhayangkara saat mendapatkan penanganan medis akibat luka tembak yang dialaminya.

Menurut Komnas HAM, Polisi telah menggunakan upaya penegakan hukum. Tapi kemudian sudah ada tindakan medis hingga nyawa mereka tidak tertolong dan itu di luar kemampuan manusia.

“Penegakan hukum itu penting, tapi kita juga berharap bahwa penegakan hukum harus terukur. Di lain  pihak, ketika Polisi melakukan upaya penegakan hukum dan pihak terkait dalam hal ini kelompok sipil bersenjata juga menggunakan senjata, sehingga upaya penegakan hukum harus diambil,” terang Ketua Komnas HAM Fritas Ramandey kepada Cenderawasih Pos, Senin (27/12).

Lanjut Frits, dari penegakan hukum yang terukur itu. Kemudian yang bersangkutan sudah dilakukan perawatan, tapi kemudian meninggal itu di luar kemampuan manusia.

Menurut Frits, ini menggambarkan siklus kekerasan akan terus terjadi. Baik itu akan menimpa anggota TNI-Polri. Sebab tak sedikit anggota TNI-Polri ada yang mengalami hal yang sama. Misalnya, ditembak tapi kemudian ada upaya medis dan tidak bisa tertolong sehingga meninggal dunia.

“Ada beberapa data yang menunjukan TN-Polri mengalami nasib yang sama. Ini bisa terjadi akibat siklus kekerasan yang terus terjadi di tengah masyarakat dan para pihak yang berkontak senjata dalam hal ini TNI-Polri dan KSB,” tutur Frits.

Lanjut Frits memaparkan, siklus kekerasan seperti ini tidak bisa selesai hanya dibiarkan begitu saja. Misalnya, ada KSB yang berulah lalu ditindak oleh aparat Kepolisian kemudian dianggap selesai. Cara-cara seperti ini tidak akan menyelesaikan persoalan, justru  menimbulkan soal baru.

Frits meminta pemerintah daerah harusnya melakukan upaya penanganan. Misalnya, memberi perhatian kepada para pihak yang menjadi korban akibat kontak senjata antara TNI-Polri dan KSB yang terjadi di wilayah Papua.

“Untuk memutus rantai kekerasan, upaya dialog kemunusiaan menjadi satu solusi yang paling tepat. Dan itu menjadi alternatif untuk memutus mata rantai kekerasan. Dalam prinsip imparsialitas, setiap orang yang mati kita prihatin,” kata Frits.

Apakah tindakan yang dilakukan aparat dalam penegakan hukum melanggara HAM hingga menyebabkan orang lain meninggal dunia ?  Frits mengaku harus melihat unsur unsurnya. Sebab, selama ini kontak senjata masih terus terjadi dengan korbannya adalah warga sipil, TNI-Polri dan KSB sendiri, itu juga menjadi perhatian Komnas HAM.

Sebelumnya, Senat Soll pecatan anggota TNI AD itu ditangkap Tim Gabungan di Jalan Samaru, Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo, Kamis (2/9). Sehari setelah penangkapan, Senat Soll diterbangkan ke Jayapura untuk mendapatkan penanganan medis di RS Bhayangkara akibat luka tembak pada bagian kaki. Dilumpuhkan anggota saat yang bersangkutan berupaya melarikan diri.

Senat Soll anggota KKB yang selama ini diduga dalang dari beberapa kasus pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Yahukimo. Termasuk pembunuhan dua anggota TNI dan staf KPUD Kabupaten Yahukimo Henry Jovinski pada Agustus 2020. Kasus lainnya pembakaran ATM Bank BRI Cabang Dekai-Yahukimo dan pembunuhan terhadap Muhammad Toyib di Jalan Bandara Dekai.

Sementara Temianus Magayang sendiri, tercatat dalam daftar pencarian orang (DPO). Temianus Magayang ditangkap personel gabungan Satgas Nemangkawi dan Polres Yahukimo di seputaran PT Indopapua, Jalan Gunung, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Sabtu (27/11). Temianus meninggal di Rumah Sakit Bhayangkara Rabu (22/12).

Penangkapan Temius yang diduga sebagai dalang beberapa peristiwa di Kabupaten Yahukimo kala itu dihadiahi dua timah panas dari anggota. Pasalnya, Temianus hendak melarikan diri saat anggota mau melakukan penangkapan terhadap dirinya.

Temianus sendiri terlibat dalam beberapa kasus pembunuhan yang terjadi di Yahukimo sepanjang tahun 2021. Mulai dari pembunuhan dua anggota TNI dan perampasan senjata milik anggota TNI, pembunuhan staf KPU, pembakaran dan pembongkaran gereja, pembunuhan staf karyawan Indo Papua yang dibunuh lalu dibakar di mobil. Serta, beberapa peristiwa lainnya. (fia/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KKB

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

17 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

18 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

24 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

1 day ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

1 day ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

1 day ago